Sekkab Polman Andi Ismail AM (tengah) sedang menyampaikan sambutan dalam acara Malam Ramah Tamah antara masyarakat Polman dengan rombongan mahasiswa Jepang, Polewali, Rabu malam, 22 Februari 2017. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – Dosen dari salah satu perguruan tinggi di Jepang, Cesi Yecirosa, baru-baru ini presentasi Kakao (coklat) asal Polman, Sulbar, di Republik Perancis. Kakao yang diproduksi dan diolah oleh PT Bumi Surya di Kecamatan Luyo, Polman, dipimpin oleh H. Syamsul Mahmud, mendapat apresiasi di dunia internasional. Kakao Polman dinilai nomor tiga di dunia.

Hal ini diungkapkan oleh Cesi Yecirosa dalam acara ramah tamah di Cafe Beruq-Beruq, Lantora, Polewali, Polman, Rabu malam, 22 Februari 2017. Penyampaian keberhasilan yang dipandu MC, Hasbi Aco Babo alias Obi Lesmana dan diterjemakan oleh Rajab—pemadu wisata di Polman.

Selain penyampaian informasi kepada dosen dari Jepang ini, Pemkab Polman juga memberikan cendera mata kepada rombongan wisatawan Jepang berupa miniatur perahu Sandeq. Sekkab Polman H Andi Ismail AM yang serahkan cindera mata itu kepada warga Jepang ini.

Sebaliknya, salah seorang rombongan Jepang ini juga menyerahkan cendera mata berupa bunga Sakura kepada Andi Ismail AM. Pada cindera mata itu terdapat racikan dari Coklat Polman dan kopi Toraja. Cokelat dan kopi itu sangat laris di Jepang.

Dalam ramah tamah itu, mula-mula Andi Ismail AM ucapkan selamat datang kepada tamunya dari Jepang itu. Ia juga tak lupoa ucapkan terima kasih kepada rombongan wisata mahasiswa Jepang yang sudah kesekian kalinya datang di Polman, Indonesia.

“Kakao atau Cokelat Polman kian harum namanya di manca Negara, khususnya di Jepang lantaran seringnya terjadi kunjungan ke sini. Kelapa, beras, dan Sarung Sutra Mandar juga mendapat tempat di hati masyarakat Jepang, sebuah negara maju di dunia dengan tetap mampu memelihara dan menjaga kebudayaan dan peradabannya,” jelas Andi Ismail dalam sambutannya.

Sekkab Polman Andi Ismail AM yang didampingi Kepala DISPOP Polman Hj Andi Nursami Masdar memberikan dukungan mendalam atas kepercayaan ini.

“Nantinya, antara rakyat Jepang dan rakyat Polman akan kolaborasi dalam ajang pariwisata dan pertukaran dua budaya yang berbeda di dunia. Ini akan digarap sehingga secara nasional, Polman-Sulbar [yang di dalamnya berdiam Mandar, Bugis, Mamasa-Toraja-Kalumpang, dan etnis lainnya yang di provinsi ke-33 di Indonesia ini kian dikenal luas. Nantinya, dalam acara pagelaran budaya Mandar-Jepang itu, akan disuguhkan pelbagai tarian,” kata Andi Ismail AM.

Di tempat yang sama, Sekretaris DISPOP Polman Mustari Mulla mengatakan, setelah tadi pagi dan sore berada di Wonomulyo dan Mapilli, besok akan melakukan penanaman mangrove di objek wisata di jembatan pelangi Pantai Silopo, Binuang, Polman. Setelah itu, acara Kuda Pattudu di Desa Kurma, Mapilli, dan malamnya di Cafe D’Join, Pekkabata untuk menikmati wisata ngopi dan sekaligus memperkenalkan prodak Jepang berupa bahan baku Coklat Polman dan Kopi Toraja.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR