Wakil Bupati Polman HM Natsir Rahmat (paling tengah), ketika sedang menghadiri salah satu acara, beberapa waktu lalu. (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Polewali – Sebuah kekhawatiran lahir dari pemikiran Wakil Bupati Polman HM Natsir Rahmat terkait Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA). Kekuatiran Natsir, lembaga ini sudah beberapa bulan dilantik tapi belum terlihat apa yang mereka kerjakan.

“Jangan-jangan lebih parah dari pengurus Bazda sebelumnya,” kata Natsir Rahmat ketika ditemui di Posko AIM BeNAR, Kamis malam, 9 Februari 2017.

Menurut Natsir Rahmat, Bazda ini mengelola dana besar yang dipotong langsung dari bendahara gaji ASN di Polman yang jumlahnya bervariasi, atau disesuaikan dengan pangkat dan golongan. Jumlahnya tidak kurang 6000 orang, sehingga dana zakat itu mesti sesuai peruntukannya dan ini kalau jalan, pasti bisa mengurangi warga miskin. “Saya berharap dana ini dikelola transparan,” tegas HM Natsir Rahmat.

Di tempat yang sama, Ketua Bazda Polman yang baru Abd Rahman mengatakan, “Insya Allah Bazda kita akan kelola dengan baik. Kita sudah punya kantor sendiri. Pak bupati pinjamkan bangunan, yang bangunan itu merupakan bekas kantor Rektorat Unasman, persis berada di samping Masjid Suhada, Pekkabata, Polman. Sementara kita benahi dan kita akan pasang papan namanya. Kepercayaan ini kita jaga dan Imam Masjid Suhada KH Muhammad Fausi S Jafar Taha adalah penasehat kami. Saya kira Bazda Polman akan lebih baik.”

Menurut Rahman, setelah rampung perbaikan ruangan di kantor itu, kita akan undang pejabat di daerah ini untuk acara peremian kantor, bakar-bakar ikan sebagai tanda dimualinya babak baru Bazda di Polman.

“Pengelolaannya akan terbuka dan professional,” kata Abd. Rahman, pensiunan di Kantor Bupati Polman.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR