Wakil Rektor 1 Institut Agama Islam (IAI) DDI Polman, Rifai Madduani (kanan) saat berbincang dengan pengelola Jurnal Ilmiah di ruang LPPM IAI DDI Polman, Polewali, Sabtu siang, 7 Oktober 2017. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – Wakil Rektor 1 Institut Agama Islam (IAI) DDI Polman, Rifai Madduani, meninjau ruang kerja Lembaga Penilitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAI, Sabtu siang, 7 Oktober 2017.

Rifai tak sendiri. Ia didampingi Baktiar Ramlan, dosen IAI. Ruang LPPM yang sementara ditata itu nampak lain dari biasanya—kini berubah maju. Dengan itulah Rifai beri apresiasi yang tinggi.

LPPM IAI ini digawangi oleh Migram Rahman, seorang ilmuan muda kelahiran Campalagian, Polman, dengan spesifikasi IT jebolan Magister (Strata Dua/S2) salah sebuah perguruan tinggi di Malang, Jawa Timur.

“Yang membuat saya tersanjung dan termotivasi sebagai pengelola kampus karena inovasi serta kreasi yang dilakukan Bung Mihram. Apalagi kini sudah meluncurkan Jurnal untuk peningkatan kualitas SDM para dosen IAI,” puji Rifai Madduani.

Jurnal ilmiah yang dimaksud Rifai adalah Jurnal Pendidikan Islam Pendekatan Interdisipliner (JPPI). Jurnal ini merupakan wadah para dosen untuk menyalurkan tulisan-tulisan ilmiah.

Tulisan dari hasil penelitian ilmiah itu, menurut hemat Rifai Madduani, sebagai bahan dan prasyarat untuk maju di program studi selanjutnya.

Jurnal milik LPPM IAI ini sudah memiliki kode daftar ISSN dengar nomor 2548-5520. Ini adalah bentuk pengakuan secara akademik di lembaga penerbitan di Indonesia.

Menariknya, kata Rifai lagi, LPPM ini sudah menciptakan sistem pembelajaran online, artinya tapa tatap muka sudah bisa memberikan penilaian lewat bantuan jaringan dalam area kampus IAI DDI Polman.

Di tempat yang sama, Baktiar Ramlan mengungkapkan, kalau kita melihat dan menganalisa kinerja Tim LPPM ini, di antara sejumlah perguruan tinggi di Sulbar, sepertinya IAI kelasnya maju selangkah.

“Lewat JPPI, saya berniat menulis untuk Jurnal sebagai materi pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus bahan kita sebagai dosen,” kata Baktiar Ramlan.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR