Iwan (kanan), sang tunanetra yang sehari-harinya pemijat dan refleksi. Ia pandai main musik orgen tunggal. (Foto: Burhanuddin)

Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatunya di muka bumi ini. Boleh jadi mata Anda buta, tapi tidak dengan Mata Hati Anda. Subhanallah…!

TRANSTIPO.com, Polewali – Iwan namanya. Ia bekerja sebagai pemijat refleksi. Ia cacat, tunanetra. Tapi jangan dikira Iwan buta akan teknologi informasi.

Lewat indra keenamnya, Iwan bisa tahu Anda menelepon dengan pakai kartu seluler apa. Dari handphonenya yang sederhana itu, ia akan segera menjawab panggilan masuk. Luar biasa. Allah Maha Kuasa.

Sehari-hari ia melayani panggilan pijat dan refleksi. Iwan juga bisa beri terapi bagi pasiennya. Karena ia tak punya tempat khusus untuk memijat, maka jadilah ia hanya mengandalkan telepon selulernya itu.

Jika Anda butuh sentuhan tangannya, tinggal telepon saja. Dengan jalannya yang tertatih-tatih, ia akan menjumpai di mana Anda tinggal. Ia akan datang dengan bantuan tongkatnya itu.

Ada rasa kasihan melihatnya. Tapi baginya, ia kuat menjemput rezeki Allah, lewat belas kasih Anda sekalian.

Demi untuk menjamin kepulan asap dapur keluarganya, masuk lorong pun ia sanggup telusuri. Jalan kaki, sudah biasa baginya. Atau jika ada yang iba padanya, sesekali duduk di jok boncengan sepeda motor Anda.

Iwan sedang memijat pasiennya di Pekkabata, Polewali, Polman, Kamis siang, 25 Mei 2017. (Foto: Burhanuddin)

Kepada transtipo.com di Pekkabata, Polewali, Sulbar, Iwan bicara apa adanya. “Alhamdulillah, ada lagi rezeki. Saya merasa bahagia karena pak AIM—Bupati Polman—biasa bantu saya,” kata Iwan kepada Burhanuddin HR Kamis, 25 Mei.

Iwan tergabung dalam organisasi Persatuan Orang Cacat Indonesia (PERTUNI) Polman. Kata Iwan, beberapa waktu lalu Bupati Polman bantu Keyboad (orgen tunggal musik).

Dengan alat musik itu, Iwan bisa sekalian bantu anak-anak cacat lainnya di Polman dalam bermain musik. Ia bersyukur sekali dapat bantuan alat itu.

Meski keringatnya belum terhenti betul, Iwan tetap tampak santai dan melayani pertanyaan kru laman ini. Sesekali ia sumringah. Terlebih, pijatan demi pijatan telah ia tunaikan.

Iwan dapat rezeki lagi. Tiba di rumah, keluarganya akan senang gembira. “Tak perlu banyak, yang penting tiap hari bisa dapat uang sedikit,” kata Iwan, bersyukur.

Maha Suci Allah Azza Wajalla.      

BURHANUDDIN HR/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR