Andi Ibrahim Masdar--AIM--mengikuti balapan ini dari pagi hingga sore, Sabtu, 17 September 2016. Gambar ini adalah salah seorang Crosser dari Jawa sedang berlaga di di Sirkuit Sport Centre, Manding, Polewali Mandar. (Foto: Andi Arwin)

Laporan langsung dari arena Sirkuit Kejurnas Motocross, Manding, Polewali Mandar.

TRANSTIPO.com, Polman – Meski sudah sore, Sabtu, 17 September 2-16, para pecinta balapan motor tak beranjak dari tempatnya. Mereka, warga yang datang dari pelbagai kabupaten di Sulawesi Barat ini, begitu menikmati pembalap-pembalap muda dari pelbagai provinsi di Indonesia.

Pembalap dari Papua juga tercatat ikut ambil bagian dalam event Kejurnas Motocross Seri IX yang berlangsung di Sirkuit Sport Center, Polewali Mandar, ini.

Sejak pagi hari hingga petang ini, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar—AIM—tak meninggalkan arena. Dia, AIM ini, ikut menyaksikan para pembalap nasional yang datang berlaga di kabupaten yang tengah ia pimpin ini.

Sore tadi, berlangsung Gertax campuran yang diikuti oleh pembalap lokal Sulbar dengan klasifikasi bebek 4 tak. Puluhun pembalap lokal Sulbar adu nyali dan keahlian mereka di atas lintasan yang sangat ekstrim serta menantang adrenalin ini.

Dari putaran pertama pada kelas campuran bebek 4 tak, puluhan joki mengalami kecelakaan dalam lintasan. Hal ini terjadi diakibatkan lumpur. Memang, sebelumnya panitia—yang dibantu oleh petugas pemadam kebakaran polman—telah menyirami air di arena balapan ini.

Dengan kecelakaan ini, beberapa pembalap sudah tak mampu melintas di arena alias out. Beruntung sebab para medis sedia setiap saat untuk menolong para crosser ini.

“Pembalap yang juara pada putaran ini akan mendapat tiket untuk lanjut ke putaran selanjutnya. Seperti pada putaran campuran pertama dijuarai oleh Hermawan dengan nomor 125,” kata salah seorang panitia kepada laman ini.

Esok hari, Minggu, 18 September, akan berlangsung putaran selanjutnya yang juga akan menurunkan semua pembalap, mulai dari tingkat bawah hingga tingkat paling atas dengan jenis motor yang berbeda-beda.

ANDI ARWIN

TINGGALKAN KOMENTAR