Para turis mancanegara sebagai peserta PIFAF 2017 sedang menyaksikan salah satu tradisi daerah Mandar atau kearifan lokal, Polman, Agustus 2017. (Foto: Media Centre PIFAF)

TRANSTIPO.com, Polewali – Dia Ketua FKPPI Polman. Kini, masih tercatat Anggota DPRD Polman. Namanya Andi Ilham. Kru laman ini menanyainya tentang penganggaran event PIFAF di DPRD Polman.

Ilham menyinggung ulang saat pembahasan anggaran di DPRD Polman. Maksudnya, APBD Polman tahun 2018. Menurutnya, pada APBD Polman 2018, anggaran penyelenggaraan PIFAF sekitar Rp 900 juta.

Katanya, saat pembahasan itu, sejumlah anggota dewan tak setuju ada alokasi anggaran tentang pelaksanaan PIFAF 2018. Alasan yang tak setuju, cerita Ilham, kegiatan PIFAF yang menelan anggaran APBD hingga miliaran rupiah itu hanya aksi-aksian.

“PIFAF bukan promosi pariwisata. Sejumlah negara yang hadir di Polewali Mandar tidak memberi dampak ekonomi secara signifikan,” kata Ilham, menirukan kembali pandangan yang kontra di dewan perihal pengalokasian anggaran untuk pelaksanaan PIFAF.

Ketika ditemui di Warkop Kopi Raja, Madatte, Pekkabata, Polman, beberapa waktu lalu, Andi Ilham mengaku membantah tudingan sejumlah rekannya di kursi parlemen Polman itu tentang penilaian bahwa PIFAF bukan ajang promosi pariwisata.

“Ternyata sebagian kita masih ada pemahaman dangkal. Cara berpikir yang kadang tidak rasional. Semestinya kita berterima kasih kepada Dinas Pariwisata Polman yang mampu meramu acara ini, yang mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata RI,” cerita Ilham kapada laman ini.

Pasalnya, sambung Ilham, PIFAF mampu mendatangkan tamu dari sejumlah Negara dari belahan dunia.

“Itu tidak gampang. Bertahun-tahun kita mangkal di Bumi Tipalayo jarang kita temui bule (turis, red)—datang melihat Bumi Cantik Tipalayo Mandar,” kata Ilham.

Semestinya, jelas Ilham, kita dorong terus kinerja Dinas Pariwisata Polman agar frekuensi kehadiran para tamu dari mancanegara karena beri dampak ekonomi.

“Seperti halnya Wisata Kopi Robusta Mandar Indonesia sudah masuk pasaran Eropa,” cerita Ilham.

Jadi, tegas Andi Ilham, PIFAF itu mesti jadi kalender tahunan.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR