Kapolsek Matangnga AKP Andi Rady. (Foto: Burhanuddin HR)

TRANSTIPO.com, Polewali – Lelaki AKP Andi Rady adalah anak daerah asli Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polman. Postur tubuh lelaki kulit putih ini tinggi semampai.

Tampangnya sangat atletis. Kini ia adalah Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Matangnga. Kru laman ini menemuinya di Desa Lilli, Matangnga, seusai acara peresmian Kantor Desa Lilli dan deklarasi ODF, Rabu, 18 Oktober 2017. Acara ini juga dihadiri oleh Bupati Polman dan jajarannya.

Andi Rady bercerita, di Matangnga sudah kerap terjadi tindak kriminal ringan. Ia sebut kenakalan remaja misalnya. “Contoh curi ayam, maling jemuran, judi, minum minuman keras, dan bikin onar di kampung,” kata Andi Rady kepada transtipo.com.

Jika sudah begitu, Kapolsek Andi Rady bilang, “Kadang saya berikan hukuman atau sanksi sosial berupa rambut digondol alias diplontos. Karena ini merupakan efek jera dan malu melakukan perbuatan kedua kalinya. Ini efektif.”

Andi Rady kecualikan jika itu kasus serius, semisal pencurian besar, judi besar, sabung ayam, dan perkelahian. “Iitu sanksiya sel, dan harus diproses secara hukum,” katanya.

Lelaki Andi Rady paham bahwa memang di Matangnga—bagian dari wilayah Pitu Ulunna Salu—memakai pendekatan hukum Adat yakni Adat Tuho (Ada’ Tuo).

Namun menurut Kapolsek Rady, hukum negara di kedepankan, kecuali soal prosesi pernikahan yang rumit. Misalnya kawin lari maupun sengketa soal harta gono gini yang ratingnya rendah.

“Itu kadang Adat yang memproses. Itu pun kami pihak pengamanan terus mengikuti proses dan perkembagannya. Karena kami polisi tidak mau kecolongan, tapi kalau kenakalan remaja, misalnya curi-curi ayam dan tanaman pisang untuk acara bersama, dan itu dilapor oleh warga, sanksiya itu tadi digondol rambutnya,” urai Andi Rady.

Sekali lagi Kapolsek Matangnya pertegas, “Jika kasus besar tetap kita teruskan ke Polres Polman. Pelakunya dititip di tahanan Polres sambil diproses secara hukum. Kita di Matangnga belum ada ruang sel tahanan yang memadai.

BURHANUDDIN HR

TINGGALKAN KOMENTAR