Wacana Pengunduran Diri Kades Pangiang Direspon Bupati Matra

479

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Kepala Desa Pangiang Fadli Basri bernafas legah mendengar pernyataan Bupati Mamuju Utara Agus Ambo Jiwa terkait perumahan khusus warga nelayan di desa Pangiang.

Sebelumnya telah diberitakan di media yang sama terkait kesimpangsiuran keberadaan perumahan bantuan pemerintah yang khusus diperuntukan warga miskin tersebut, karena sudah didiami beberapa warga sebelum ada  konfirmasi dan penyerahan dari pusat.

Bahkan Fadli sumbar akan mengundurkan diri dari jabatannya selaku kades Pangiang. Itu ia lakukan andai pemda tidak turun tangan soal “kampung nelayan” yang berada di Salule itu.

Itu ia sampaikan saat diwawancara media ini beberapa waktu lalu. Pasalnya, ia enggan disalahkan oleh warganya sendiri.

Seorang tokoh masyarakat Pangiang, Burhan pun sangat apresiasi pernyataan Fadli. Sebab, menurut dia, apa yang dilakukan kepala desa itu lebih pada keadilan bagi masyarakat itu juga.

“Setahu saya, perumahan itu untuk masyarakat, tapi yang memiliki kriteria layak. Sebab, hanya orang tidak tahu diri yang mengambil (menerima bantuan rumah) meski tidak berhak,” sebut Burhan.

Bupati Mamuju Utara Agus Ambo Jiwa saat dikonfirmasi seusai rapat paripurna di gedung DPRD Mamuju Utara, Kamis 18 Mei, terkait hal tersebut mengatakan, itu wewenang pusat, pemda hanya falisiltasi.

Namun bila ada warga yang tidak layak menempati sambung bupati, maka diminta pihak berkompeten agar menganulir untuk digantikan oleh warga yang layak lainnya.

Ia menambahkan, meski data sudah terkirim namun tetap diverifikasi oleh pusat sesuai aturan berdasarkan usulan pemerintah daerah termasuk kepala desa.

“Itu kan peruntukannya jelas bagi warga nelayan yang kurang mampu dan belum memiliki rumah,” tambah Agus.

Ia juga menghimbau kepala desa (Pangiang) agar menahan diri dengan peryataan, sebab konsekuensinya besar. Tapi kalau itu karena alasan lain, maka akan ditinjau (pengunduran diri_red).

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR