Ketua Umum DPP PPP kubu Romahurmuziy. (Foto: Ist.)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kubu Djan Faridz, serentak dilakukan bersama pengurus daerah se-Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Event itu bawa angin segar di kubu Djan Faridz menahkodai partai berlambang Ka’bah itu hingga periode lima tahun mendatang. Meski SK tak dikantongi, namun prediksi kemenangan optimis diraihnya.

Terkait dualisme kepemimpinan partai dengan tagline Kembali ke Rumah Tuhan berefek bagi politisi partai ini di daerah. Di Matra misalnya, dua legislator Matra dari PPP, Ikram Ibrahim dan Basri, merasakan dampak itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun laman ini, Ikram Ibrahim dan Basri tak menghadiri Rakornas kubu Djan Faridz di Jakarta tempo hari itu. Akibatnya, kedua kader PPP di Matra ini—yang kini duduk di dewan—terancam di-PAW (pergantian antar-waktu).

PAW itu kian serius manakala kepengurusan DPP definitif jatuh ke tangan kubu Djan Faridz.

Ketua PPP Matra Kubu Djan Faridz, Andi Aswan, ketika ditemui di kota Palu belum lama ini, membenarkan jika ia menghadiri Rakornas DPP PPP kubu Djan Faridz. Ia berangkat dari Palu menuju Jakarta.

“Saya mau ke Jakarta menghadiri Rakornas PPP sebagai bentuk penguatan di kubu kami,” kata Andi Aswan.

Menurut Aswan, sebetulnya dua politisi itu—Ikram dan Basri—juga dapat undangan untuk mengikuti Rakornas.

“Saya sudah antarkan undangan ke mereka, dan bukti terimanya ada. Toh kalau mereka tak hadir, konsekuensi ditanggung masing-masing,” tegas mantan pegiat LSM di Matra itu.

Dikonfirmasi via telepon usai Rakornas di Jakarta, hasil pertemuan PPP Kubu Djan Faridz tetap optimis akan memenangkan PPP periode mendatang. Bahkan Djan Faridz dan kawan-kawan, menurut Aswan, siap mengawal Pemerintahan Jokowi-JK.

“Tunggu aja tanggal mainya, kami yakin menang,” katanya.

Disinggung terkait rencana PAW bagi legislator PPP di Matra yang membangkang dari kubu Djan Faridz, Aswan bilang bahwa legislator pembangkang (Nambongo) itu diambil alih langsung DPP PPP di Jakarta. Kemudian rekomendasi pusat diteruskan lagi ke DPW PPP Sulbar.

“Bagi mereka, beliau-beliau di atas (DPP) yang akan eksekusi, kami sekadar menjalankan tugas partai,” kata Aswan lagi.

Diakui Aswan kalau berhalangan hadir di event akbar PPP kubu Djan Faridz ini.

Untuk diketahui, Ikram Ibrahim duduk di DPRD Matra pada Pileg 2014 lalu dengan mewakili dapil Papeti (Pasangkayu, Pedongga, dan Tikke Raya). Sedangkan dewan Basri berasal dari dapil Bambarasa (Bambalamotu, Bambaira, dan Sarjo).

FIRMANSYAH

TINGGALKAN KOMENTAR