Pertemuan antara warga Desa Saptanajaya, Kecamatan Duripoku, Matra dengan pihak perusahaan yang diinisiasi oleh PemkabMatra, berlangsung di Kantor Bupati Matra, Kamis, 22 April 2017. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Mamuju Utara (Matra) terletak di Selat Makassar, berbatasan langsung pulau Kalimantan di sebelah barat. Daerah ini memiliki kekayaan alam melimpah yang masih terkandung dalam perut bumi.

Sebab itu, beberapa perusahaan migas multinasional, baik dalam maupun luar negeri semisal Tatetely, Marathon Oil, Exxon Mobile, dan Conoco Philips, tertarik melakukan penjajakan di daerah ini.

Kendati perusahaan migas multinasional tersebut beberapa tahun lalu belum berhasil menemukan titik minyak di Bumi Vovasanggayu ini, namun salah satu perusahaan minyak Stockbridge kembali melakukan penjajakan dan berharap tuai keberuntungan.

Hal itu diakui Bupati Mamuju Utara Agus Ambo Djiwa saat melakukan mediasi antara pihak perusahaan migas Stockbridge dengan H. Sahabuddin, warga pemilik lahan di Desa Saptanajaya, Kecamatan Duripoku, Mamuju Utara.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Matra, Kamis, 22 April, ini dihadiri Wakil Bupati M. Saal dan Sekda Matra M. Natsir serta unsur Muspida Matra lainnya.

Pada pertemuan itu, warga pemilik lahan, H. Sahabuddin, bertahan di angka Rp. 300 ribu permeter sebagai biaya ganti atas lahan miliknya seluas 5.000 meter persegi. Mendengar angka itu, pihak perusahaan dan Pemkab Matra berharap masih bisa di bawah dari harga yang diusulkan Sahabuddin itu.

Hingga peretemuan ini berakhir, belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak mengenai harga tanah. Tapi seminggu kemudian pertemuan kembali dijadwalkan dan diharapkan sudah menemukan titik terang.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR