Restuan Lubis (kanan) bersama Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Musawir Aziz Isham, Pasangkayu, Sulawesi Barat, Rabu, 4 April 2018. (Foto: Arham)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Selangkah lagi inovator muda Indonesia asal Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Restuan Lubis akan menggapai cita mulia dengan melanjutkan pendidikan Doktoral (S3) di salah satu perguruan tinggi di London, Inggris.

Di tempat Restuan kuliah akan kuliah itu, merupakan salah satu kampus atau universitas paling bergengsi di dunia, dan merupakan lembaga pendidikan tinggi terbesar di London. Universitas ini juga merupakan institusi pascasarjana terbesar di Inggris.

Sempat terseok-seok karena biaya, akhirnya Restuan kini bernafas lega. Pasalnya, ia mendapat beasiswa dari pemerintah pusat melalui Kementerian Riset dan Perguruan Tinggi sekitar Rp 18 miliar selama menempuh pendidikan di luar negeri.

Saat ditemui di Kantor DPRD Pasangkayu, ia menjelaskan masih mengalami sedikit hambatan.

“Sedikit tersandung biaya, sebab pengurusan visa membutuhkan sedikitnya Rp 50-an juta. Sehingga, saya pun harus putar otak untuk mencari biaya dengan cara menggalang dana dari berbagai pihak, termasuk kepada pemerintah daerah dan perusahaan swasta yang ada di Pasangkayu,” kata Restuan.

Cendekia muda lulusan farmasi ini berulangkali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional melalui penemuan baru dalam dunia sains yang dilakukan selama kuliah di UMI Makassar.

Sederet penghargaan level dunia pernah diraih pemuda genius kelahiran Campalagian (Polewali Mandar) 25 tahun silam ini. Di antaranya, menyabet medali emas dengan inovasi obat diabetes dalam bentuk permen pada kompetisi ilmiah yang diselenggarakan di China dan diikuti peserta dari seluruh dunia pada 2014.

Bersama temannya, Aprilia Fatma Ely, ia pun pernah mengikuti ajang yang sama mewakili Indonesia dalam Kaohsiung International invention Exhibition (KIIE) 2014 di Taiwan.

Dan yang terakhir, alumni SD Masimbu (Baras) dan menamatkan sekolah di SMP dan SMA 1 Pasangkayu ini berhasil mempresentasikan tentang temuannya berupa senyawa untuk obat anti kanker payudara dalam pagelaran simposium karya ilmiah yang dilaksanakan di London, Inggris, pada 2016.

Selain itu, ia juga berhasil menemukan aplikasi android untuk membantu penderita kanker payudara dan pengelolaan limbah tuak (air nira) menjadi bahan bioetanol.

Karena prestasinya itu, ia mendapat tawaran beasiswa dan bebas testing dari berbagai perguruan tinggi di luar negeri, di antaranya Universitas Notingham dan Univeristas Manchester. Namun ia memilih Universitas College London, Inggris. Bahkan seusai testing, oleh tim penilai ia malah langsung ditawarkan S3 tanpa mengikuti jenjang S2.

Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Musawir Aziz Isham mengaku akan membantu semampunya. Ia menilai, berapa pun jumlahnya, setidaknya bisa meringankan beban Restuan Lubis selama sekolah di kota London.

“Restuan itu sudah mengharumkan nama daerah dan bangsa. Jadi patut kiranya kita semua memberikan apresiasi berupa beri bantuan biaya dan doa, karena ia merupakan aset paling berharga bagi daerah,” puji Musawir.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR