Bupati Matra Agus Ambo Djiwa (kanan) saat menjelaskan penjabaran agenda Nawajiwa Indonesia di Kantor Bupati Matra, Pasangkayu, Senin, 13 Februari 2017. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Revolusi Mental adalah pilar penting dalam roda pemerintahan dan pembangunan yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo sejak memimpin republik ini.

Revolusi Mental telah dijabarkan Pemkab Mamuju Utara (Matra), salah satunya dalam bentuk pengajian rutin tiap malam Jumat bagi masyarakat dan ASN di Matra.

Pengajian tersebut hal wajib bagi seluruh ASN di matra. Hal tersebut dimaksudkan dapat memperbaiki mental dan spritual seluruh pamong demi meningkatkan integritas dan etos kerja, serta mampu memahami tugas pokok dan fungsinya selaku pelayan publik.

“Hal yang paling penting adalah, ASN bisa lebih mendekatkan diri pada Tuhan,” kata Bupati Matra Agus Ambo Djiwa.

Setidaknya, menurut Agus, melalui pengajian ini diharapkan dapat memperbaiki mental para pegawai agar lebih berkualitas. Memperkuat iman sejatinya akan bisa menangkal sifat malas para pegawai. Selain itu, masih Agus, dapat mempererat tali silaturahim antar-sesama, khususnya bagi ASN di Matra.

Tapi, faktanya masih banyak pegawai yang tidak ikut. Padahal ini merupakan program tiap tahun yang dianggarkan secara rutin selama pasangan Agus-Saal memimpin Kabupaten Matra sejak periode pertama 2010-2015 hingga pada periode kedua yang akan berakhir pada 2021.

Hal itu disampaikan Agus Ambo Djiwa saat rapat kordinasi dan evaluasi sekaligus pemaparan Nawajiwa (sembilan agenda pokok) secara gamblang dengan seluruh kepala SKPD pada Senin, 13 Februari di aula kantor Bupati Matra, Sulbar.

“Pengajian ini kan agenda rutin yang kita sepakati bersama agar bisa terjalin komunikasi dan silaturrahmi antara kita. Selain dapat mendekatkan diri pada Tuhan, bukan pada bupati. Dan bisa memperkokoh keimanan,” jelas Agus serius.

Agus menambahkan, selain pengajian juga rutin tiap tahun dilakukan zikir akbar. “Ini merupakan bagian dari reformasi mental agar menjadi pribadi baik dan berakhlakul karimah (mulia), serta mampu menjalin ukhuwah islamiyah (keluarga dalam bingkai Islam) seperti yang diselenggarakan belum lama ini,” urai Agus.

Untuk memotovasi pegawai lain, pihaknya akan memberikan reward (penghargaan) bagi pegawai teladan di lingkup Pemkab Matra bertepatan dengan HUT Matra tiap tahunnya. Namun, dia sendiri bingung mencari pegawai teladan di daerah ini.

Kedisiplinan pegawai di Matra selama ini memang sering mendapat sorotan publik. Bagaimana tidak, jumlahnya besar sedangkan banyak di antaranya tidak memahami tupoksinya. Karena itu tidak heran jika ASN di Matra mendapat nilai C (kurang memuaskan).

Selain itu, indikasi lainnya malas masuk kantor dan sebagian lagi hanya menghabiskan waktu bermain (game) atau bersantai di warung kopi. Walaupun sanksi tegas berdasarkan aturan yang berlaku sudah diterapkan, namun faktanya masih banyak yang lalai.

(Ki-Ka) Wakil Bupati Matra HM Saal, Bupati Matra Agus Ambo Djiwa, Sekda Matra Muh. Natsir saat memimpin Raker dan Evaluasi di ruang pola Kantor Bupati Matra, Pasangkayu, Senin, 13 Februari 2017. (Foto: Arham Bustaman)

Dengan kondisi begitu, Wakil bupati Matra M. Saal meminta agar dibuatkan regulasi dan pengawasan ketat, termasuk memberikan hukuman lebih berat lagi bagi siapa saja yang indisipliner agar lebih tertata. Meski sudah tercantum dalam UU Nomor 5 tahun 2014 mengenai hak dan kewajiban ASN.

Kepada laman ini, Kepala BKDD Matra Kasmuddin mengatakan, “Tidak cukup memakai PP 53 untuk memperbaiki kinerja ASN. Perlu pendekatan rohani. Dengan demikian diharapkan adanya pengajian dan zikir bisa merubah watak dan karàkter agar lebih tertib dan disiplin.”

Hal itu juga diakui Sekretaris Daerah Matra M.Natsir. Saat ia mendampingi bupati pada rapat kerja dengan seluruh SKPD, ia mengeluhkan sulitnya mengontrol para pegawai, tak terkecuali bagi kepala dinas.

“Mereka tidak bisa dideteksi, apalagi jika sedang melakukan perjalanan dinas luar sebab sistem perjalanan terpusat, tergantung pada kebijakan bupati dan wakil,” kata M. Natsir.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR