Muh. Abduh, Kabid Perhubungan Laut dan Udara Dishub Matra. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Pelabuhan Kargo Tanasa rencananya akan difungsikan pada April nanti. Hal ini disampaikan oleh pihak Dinas Perhubungan Matra.

Informasi itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Perhubungan Laut dan Udara Dinas Perhubungan Matra, Muhammad Abduh, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, 22 Maret 2017.

“Akan dibangun pos jaga untuk mengawasi kegiatan ilegal yang sewaktu-waktu bisa terjadi untuk mengantisipasi masuknya barang selundupan dari luar. Ini merupakan langkah awal untuk melakukan aktivitas di pelabuhan ini,” kata Abduh.

Selain berfungsi sebagai pelabuhan kargo, masih Abduh, pelabuhan ini juga nantinya akan berfungsi sebagai pelabuhan penyeberangan antarpulau (pelabuhan fery, red) yang menghubungkan Pasangkayu, Matra, Sulbar, dengan Balikpapan, Kaltim.

Beberapa waktu lalu, tambah Abduh, pelabuhan ini sempat digunakan untuk bongkar muat cangkang sawit tanpa sepengetahuan pihak Dishub Matra. Namun itu kegiatan tak resmi sehingga memunculkan desas-desus.

Kasamuddin, yang saat itu Kadis Perhubungan Matra, menyayangkan adanya kegiatan bongkar muat di pelabuhan itu tanpa konfirmasi ke pihaknya terlebih dulu.

Namun syahbandar dengan klaim punya otoritas tetap kukuh bahwa apa yang dilakukannya saat itu sudah sesuai prosedur. Ia juga menampik semua tudingan terhadap tindakannya yang dianggap tak memenuhi ketentuan.

Pebabuhan yang berada di Desa Pangiang itu memang sudah sejak lama selesai dibangun. Tapi kondisi bangunan yang belum dicat ini sangat memprihatinkan sebab jauh dari kondisi yang sesungguhnya.

Kondisi fisik Pelabuhan Tanasa, Matra, kini telah ditumbuhi dipenuhi rerumputan nyaris setinggi lutut orang dewasa. (Foto: Arham Bustaman)

Secara kasat mata, bangunan itu sudah tampak hancur—di pelbagai sisinya. Rerumputan yang telah tumbuh di sekelilingnya telah seolah memburu ke atas tingginya atap bangunan. Ini nyata tak terurus. Kerusakan di sana-sini, kaca jendela yang pecah dan lampu penerang jalan yang “hilang” adalah fakta yang tak terbantahkan—untuk tidak menyebut “proyek ini gagal”.

Banyak pihak berharap Pelabuhan Tanasa ini dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Sebab, bila tidak maka proyek yang menggunakan anggaran APBN tahun 2008 dengan nilai diduga puluhan miliar rupiah itu akan dicatat mubazir. Sayang, ya..!

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR