Bupati Matra Agus Ambo Djiwa (kiri) saat menyerahkan tongkat estapet ke sang inisiator perjuangan Matra (baca: Pasangkayu) Yaumil Ambo Djiwa (kanan), Sarudu, Minggu, 16 April 2017. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Napak tilas merupakan kegitan rutin yang dilakukan Pemkab Matra bertepatan hari jadi kabupaten oleh seluruh anggota Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu dan jajaran pemkab pada umumnya tiap tahun sejak daerah ini menjadi otonom.

Napak tilas yang dimulai dari Sarudu—kampung kelahiran sang inisiator perjuangan Yaumil Ambo Djiwa—hingga ibukota Pasangkayu, dilakukan dengan pawai dengan iringan ratusan mobil, Minggu, 16 April 2017.

Kabupaten Matra yang kini berusia 14 tahun juga sedang memeriahkan hari jadi dengan menggelar pameran pembangunan dan seni budaya di alun-alun kota Pasangkayu.

Ide awal pembentukan Kabupaten Matra dicetuskan dua bersaudara: Yaumil Ambo Djiwa dan Agus Ambo Djiwa. Kala itu, Yaumil adalah Kepala Desa Sarudu, sedangkan Agus Ambo Djiwa adalah ketua komite perjuangan.

Selain kedua tokoh tersebut, A. Isham, Yusuf Suli, L Kamal, Rahmat K Turusi, Uksin Djamaluddin, Aziz Yanbu, Aqwam Tauhid, Musawir A. Isham, dan Yunus Alsam serta beberapa tokoh lainnya yang tak kalah penting, juga punya andil dalam pembentukan kabupaten ini.

Sebagai inisiator pembentukan Kabupaten Matra, Yaumil Ambo Djiwa mengatakan, sejak awal perjuangan nama Pasangkayu diusulkan menjadi nama kabupaten.

“Namun karena faktor politik kala itu membuat nama Mamuju Utara secara resmi menjadi nama kabupaten bersamaan dengan Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, dan juga sebagai syarat admistrasi pembentukan Provinsi Sulawesi Barat,” kata sang inisiator perjuangan ini.

Bupati Matra Agus Ambo Jiwa seusai menyerahkan tongkat estapet ke inisiator Yaumil Ambo Djiwa di alun-alun kota Pasangkayu mengatakan, napak tilas ini bertujuan untuk mengenang perjuangan Pembentukan Kabupaten Pasangkayu.

“Ini bukan sekedar gagah-gagahan, tapi untuk mengenang kebersamaan kita selama 14 tahun. Dan juga diharapkan mampu memotivasi daya juang demi mengisi pembangunan daerah kita tercinta Pasangkayu yang lebih maju,” kata Agus.

Uksin Djamaluddin yang saat itu menjadi ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pasagkayu (IPPMP) di Sulteng mangatakan, organisasi yang ia pimpin berperan menjadi penyemangat komite untuk melakukan percepatan pembentukan kabupaten.

Anggota DPRD Matra itu mengharap ke depannya acara seperti ini lebih dimeriahkan lagi, dan bila perlu disakralkan karena di sinilah letak nafas perjuangan sesungguhnya.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR