Wakil Ketua DPRD Matra Yaumil RM (kanan) dan Anggota DPRD Matra Safiuddin Andi Baso (tengah) sedang berada di Kantor KP2KP Pasangkayu untuk melaporkan data pajaknya. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) di Pasangkayu, Matra, beberapa hari terakhir ini ramai pengunjung. Pasalnya, akhir bulan ini merupakan batas waktu bagi seluruh wajib pajak yang ikut Tax Amnesty (pengampun pajak) untuk melaporkan harta kekayaan.

Sebab bila tidak, maka denda menanti bagi wajib pajak sebesar 200 persen dari harta kekayaan khusus yang diperoleh di bawah tahun 2015 jika terdeteksi.

Kepala KP2KP Pasangkayu Ato Sukarsa mengatakan, laporan harta kekayaan bukanlah kewajiban yang memberatkan tetapi hak bagi setiap warga negara.

Hal tersebut ia sampaikan di ruang kerjanya, Jumat, 31 Maret 2017, saat menerima beberapa orang Anggota DPRD Matra, di antaranya Yaumil Ambo Djiwa, Musawir Az Isham, Uksin Djamaluddin, Saifuddin A Baso, dan anggota dewan lainnya.

Sepekan lalu, Bupati Matra Agus Ambo Diwa bersama sejumlah pejabat Pemkab Matra lainnya telah mendatangi Kantor KP2KP Pasangkayu.

Pihak KP2KP Pasangkayu menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program pemerintah melalui pengampunan pajak atau Tax Amnesty agar lebih mudah.

Selain mendapat keringanan lima persen, harta yang sudah dilaporkan lewat Tax amNesty tidak lagi tersentuh pemeriksaan dari pihak manapun.

“Sebaiknya memanfaatkan program Tax Amnesty sebab bagi wajib pajak mendapatkan kemudahan untuk melaporkan kekayaan berupa pengampunan dan kemudahan lainnya. Karena itu yang diperlukan adalah kesadaran bersama,” kata Ato.

Ia menambahkan, penerimaan pajak daerah Mamuu Utara mengalami peningkatan lumayan tiap tahunnya selama tiga tahun terkahir atau sejak dirinya menjabat, apalagi sejak adanya program Tax Amnesty.

Wakil Ketua DPRD Matra Muzawir Az Isham (kiri) dan Anggota DPRD Matra Uksin Djamaluddin (kanan) sedang berada di Kantor KP2KP Pasangkayu untuk melaporkan data pajaknya. (Foto: Arham Bustaman)

Uksin Djamaluddin menuturkan, dirinya cukup senang adanya pengampunan pajak dari pemerintah. Ia menyadari taat pajak merupakan kewajiban bagi setiap warga negara yang baik.

Saat yang sama, Musawir menilai membayar pajak dari harta benda dapat memberi dampak positif secara langsung bagi kita semua.

Sedang Saifuddin Andi Baso melihat besarnya antusiasme masyarakat terhadap Tax Amnesty, ia berharap kelanjutan program untuk menggenjot penghasilan daerah yang bersumber dari pajak.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR