Mobil Toyota Alphard. (Foto: Net.)

Agenda pembelian kendaraan dinas yang wah di Matra itu berujung sorotan.

Sejumlah politisi di Matra nilai, para pejabat lebih mementingkan kemewahan daripada bekerja untuk rakyat.

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Anggota DPRD Matra Ikram Ibrahim pertanyakan pembelian 3 unit kendaraan dinas untuk pimpinan DPRD Matra, dan 2 unit kendaraan dinas masing-masing untuk Bupati dan Wakil Bupati Matra.

Diketahui, pengadaan 3 unit mobil mewah merek Toyota jenis Alphard untuk Bupati Matra, Wakil Bupati Matra dan Ketua DPRD Matra, anggaran yang disiapkan lumayan besar yakni tak kurang dari 1 miliar rupiah. Bila diakumulasi bisa membangun jembatan dan jalan ataupun kebutuhan warga lainnya.

Sedang 2 unit lainnya berjenis Fortuner dengan merek yang sama diperuntukan bagi dua Wakil Ketua DPRD Matra. Namun untuk yang ini, Ikram Ibrahim nilai tak jadi soal sebab sudah sesuai prosedurnya.

Selain mobil mewah, renovasi ruangan baru Ketua DPRD Matra dengan nilai lebih dari satu miliar rupiah juga tak luput dari sorotan anggota dewan dari partai PPP ini.

Menurut Ikram, ini pemborosan anggaran karena ruangan yang selama ini ditempati oleh ketua masih cukup memadai dan masih sangat dipakai layak hingga beberapa periode ke depan.

Terkait kendaraan dinas, selain Ikram, ada beberapa anggota dewan lainnya juga berkomentar pedas. Mirwan (Hanura) dan Karma Yunus (Nasdem), misalnya. Menurut kedua politisi Matra ini, para pejabat lebih mementingkan kemewahan daripada bekerja untuk rakyat.

Bahkan, di salah satu postingan di medsos pada hari Selasa, 13 Juni, dengan akun FB Raemond Emond yang diketahui milik anggota dewan Matra dari Partai Hanura, Mirwan, membeberkan keluhannya.

“Kalau rakyat butuh jembatan tidak ada anggaran. Kalau pejabat butuh mobil ada anggaran. Mungkin dia lupa kalau dia dipilih,” tulisnya dalam salah satu postingan di akun medsos atas namanya itu.

Sejurus dengan itu, kemudian memantik ragam komentar dari beberapa warga yang aktif di dunia maya ini.

Kemudian, masih di akun yang sama, postingan lain menyebut, “Saya hanya miris, kita hari ini hanya memuaskan nafsu. Keinginan semata dan mengabaikan kepentingan rakyat. Jembatan tidak seberapa dibandingkan dengan mobil yang baru. Mobil lama itu masih sangat bagus. Tapi belum cukup 5 tahun sudah diganti. Sementara jika kepentingan rakyat, kita harus carikan beribu alasan.”

Akun FB milik Karma Yunus—Anggota DPRD Matra dari Partai Hanura—dengan komentar, “Kalau rakyat minta tanggul katax besar anggaranx, kalau pejabat minta mobil langsung keluar mobil mewah….”

Isi komentar di FB Ridwan Ali, Anggota DPRD Matra dari PDIP, “Tdk usah ada pelopori ada kekuatan baru jalurnya pada saat kita rpt resmi, sampaikan apa yg ada dlm pikiran dan hatimu ingat hak imunitas dprd….spy ada solusi.”

Tak hanya anggota dewan. Sejumlah netizen pun turut berkometar. Seperti pemilik akun Alwin Alwin Jawi: “Sedih Membaca Status Pak De beberapa Hari Terakhir.”

Kalau Keresahan Ini terkonsolidasikan Dengan Masih Di titik grass Root saya Percaya, Tidak Ada Yang Bisa Membendung Keresahan-keresahan Yang Memang Basis Keberpihakannya Adalah Kepentingan Rakyat…”

Kemudian disusul pengguna akun Amha ewiamha rahma: “Tapi teriakkan saat ini sudah tidak ada gunanya, masyarakat yang harus sadar untuk membuka mata lebar2 melihat kenyataan yang ada, dan berfikir siapa yang layak dan tidak layak.”

Herman Yunus (aktivis buruh): “Ngeri sy melihat kondisi saat ini ekonomi lg serba sulit TDL 900 watt naik 30% sembako mahal itu tanda rakyat pada susah ko tega ya msh ada org/oknum yg gak Iba lihat kondisi rakyat disekitarx tp rakyat msh aja mau ketipu dgn pencitraan mengelu-elukan rakyat klau ada maux merasa nyengkel.”

Sekian… Pendapat Anda?

FIRMANSYAH/ARHAM BUSTAMAN Editor

TINGGALKAN KOMENTAR