Fadli Basri: Saya Mundur Jadi Kades Jika Rumah Itu Dibagi

901

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Kepala Desa Pangiang, Fadli Basri, kecam atas bagi-bagi 50 unit rumah khusus nelayan terhadap warganya. Program ini terkesan tak tepat sasaran.

Fadli Basri, kepada wartawan, Senin, 1 Mei 2017, mengatakan, jika Pemkab Matra enggan turun tangan segera mungkin, maka dikhawatirkan dampak dari pembagian rumah khusus nelayan itu akan serius (maksudnya negatif).

“Dari 50 unit rumah itu, tinggal 3 unit rumah yang belum terisi. Anehnya, yang tempati sudah punya rumah sendiri dan bukan kategori nelayan,” kata Fadli.

Kades Pangiang ini menambahkan, pemerintah desa (Pemdes) tak tahu-menahu sama sekali terkait pembagian rumah nelayan itu. Padahal jika merujuk pada aturan yang berlaku, Pemdes punya wewenang mengarahkan atas petunjuk Pemkab Matra.

“Siapa yang mengarahkan tempati, ya, bukan kami (Pemdes, red). Intinya, ada propokator perintahkan warga tempati rumah nelayan itu,” tegas Fadli Basri.

Disinggung mengenai siapa gerangan oknum provokator itu? Fadly Basri dengan blak-blakan mengatakan, “Dia tak lain adalah mantan Kades Pangiang sendiri, yakni Haris.”

Bahkan, kata Fadli kepada kru media, ada pesan singkat via SMS dari mantan Kades Haris kepadanya.

“Pak Desa (Fadli, red) terima saja nama-nama warga penerima rumah itu. Nanti dikasi satu unit rumah juga,” isi pesan singkat Haris yang dibeberkan oleh Fadli Basri.

Menurut Fadli, pembagian rumah nelayan saat ini dinilai tak tepat sasaran. Olehnya itu, dirinya imbau kepada warga yang tempati rumah itu sekarang, agar dikosongkan dulu.

“Pembagian rumah itu belum dapat dipertanggungjawabkan,” singkat Fadli.

Keputusan tegas Fadli Basri, “Saya mundur jadi Kades Pangiang jika rumah itu dibagi tak tepat sasaran.”

FIRMANSYAH/ADDING MARULLU

TINGGALKAN KOMENTAR