Ki-Ka: Danrem 142 Tatag Mamuju Kol. Inf. Taufik Shobri, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Bupati Matra Agus Ambo Djiwa sedang mengikuti Rapat Kerja Pemkab Matra di Pasangkayu, Jumat, 9 Juni 2017. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Pemprov Sulbar sedang melakukan rapat kerja dengan Pemkab Matra yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Matra pada Jumat, 9 Juni 2017.

Selain Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, pada kesempatan ini hadir pula beberapa pejabat lingkup pemprov, Bupati Matra Agus Ambo Jiwa, Ketua DPRD Matra Lukman Said, Sekda Matra HM. Natsir serta unsur muspida lainnya.

Rapat kerja ini merupakan bagian agenda pokok yang dilakukan Pemprov Sulbar di Mamuju Utara yang dirangkai dengan Safari Ramadhan guna meningkatkan silaturrahmi dengan masyarakat di daerah ini.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan ini merupakan kunjungan perdananya sesaat setelah dilantik pada 12 Mei lalu di Istana Negara, Jakarta.

Gubernur Sulbar ini berharap semua pihak agar mengikis segala sekat yang terjadi akibat dari proses demokrasi pilgub beberapa waktu lalu. Ini dimaksudkan demi mendukung visi dan misi pembangunan khususnya di Mamuju Utara dan Sulbar secara menyeluruh.

Pada kesempatan ini juga, mantan bupati Polman dua periode ini meminta seluruh bupati agar menyampaikan seluruh program tahun 2018 untuk dibahas di provinsi.

Ia juga menyanjung pertumbuhan ekonomi Matra yang dianggap cukup signifikan, meski kata dia ini belum merata antara pesisir dan pedalaman. Karena itu lanjut dia, pada tahun 2018 APBD Provinsi Sulbar dapat meningkat hingga 5 triliun rupiah untuk menggenjot pembangunan di tiap daerah.

Di samping itu, ia pun menghimbau agar meningkatkan rasa kebhinnekaan demi tumbuh kembang demokrasi.

“Dalam berdemokrasi jangan muda tersinggung, jangan pula demokrasi dikambinghitamkan untuk menyerang demi kepentingan kelompok dan golongan,” imbau gubernur yang akrab disapa ABM ini.

Bila ada ketidakcocokan sambung dia, mesti dimusyawarakan mulai tingkat RT hingga OPD (organisasi perangkat daerah), tidak perlu diributkan apalagi di media sosial.

Sebagai pemimpin yang diberikan amanat, ia akan berusaha melayani masyarakat secara sungguh-sungguh dan bertanggungjawab serta menata sistem birokrasi yang lebih baik sesuai semboyan “Sulbar Maju Dan Malaqbi”.

Dalam menggapai hasil dari program yang ditawarkan saat kampanye lalu, ia meminta anggaran pendidikan khsusus SMA dan SMK agar ditingkatkan melebihi 20 persen dari total APBD.

Ini dilakukan untuk menanggulangi anak putus sekolah minimal 10 orang setiap kecamatan yang akan diberikan keterampilan di Balai Latihan Kerja (BLK) sesuai dengan basiknya.

Untuk mengejar ketertinggalan provinsi Sulbar di bidang olahraga dan persiapan menjadi tuan rumah Sea Games tahun-tahun akan datang, ia meminta kepada pemda Mamuju Utara menyediakan lahan seluas 20 hektar untuk pembangunan sport centre atau pusat olahraga terpadu pada 2018 nanti.

Dan tak kalah penting, sebagai pendukung beberapa program lainnya, sarana dan prasarana mesti terlebih dahulu diperhatikan seperti pelabuhan laut dan bandar udara.

Di sektor pertanian, ABM menjelaskan ada beberapa komoditas unggulan daerah ini yang perlu dikembangkan dan dibudidayakan di antaranya aren Sulbar yang kualitasnya terbaik di dunia selain kakao, kelapa dalam dan sawit.

Sebab, menurut ABM di samping potensi ekonomi dari produksi palm sugar (gula merah), tanaman aren juga bisa menjaga kelestarian alam dan keseimbangan lingkungan, karena tanaman yang satu gen atau keluarga dengan kurma dan sawit ini bisa menampung ketersediaan air dengan jumlah yang cukup.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR