Warga Desa Bambaira saat berada di Kantor Desa Bambaira untuk sebuah rapat, beberapa waktu lalu. Mereka menantikan Dana Desa betul-betul terealisasi tepat sasaran. (Foto: Firmansyah)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Mamuju Utara (Matra) dan Dana Desa dikucurkan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Terpencil (KPDT) diharapkan mampu menyejahterakan masyarakat desa.

Namun implementasi dana itu, disinyalir hanya menguntungkan oknum aparat desa tertentu. Di antaranya, Pemerintah Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, Matra. Warga di desa ini, sampi saat ini, klaim bukti pembangunan nihil. Namun laporan pertanggungjawaban pemerintah desa (LPjdes) warga anggap tak sesuai dengan bukti di lapangan.

Salah satu pendamping lokal—Dana Desa—di Desa Bambaira, yang tak ingin dipublik namanya, belum lama ini, kepada wartawan menyampaikan dirinya tak memiliki niat untuk mengumbar kesalahan oknum aparat desa. Hanya saja, kata sumber ini, ia inginkan Dana Desa yang banyak itu mestinya dikelola sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. “Juklaknya dan prosedurnya kan sudah ada. Ini yang mesti dipatuhi,” katanya lagi.

“Kami sudah ingatkan pak kadesnya, jika diindahkan, ya, resikonya ke depan tanggung sendiri,” kata sumber ini setengah mengancam.

Masih sumber itu, katanya, untuk Dana Desa untuk Desa Bambaira tahun 2016 berkisar Rp 900-an juta itu begitu dirindukan warga terealisasi tepat sasaran. Namun sayangnya, kata dia, Dana Desa itu mengendap entah di mana. Karena, bebernya lagi, hanya beberapa buah bukti fisik di lapangan, seperti WC umum dan lainnya entah kemana.

“Pertanggungjawabannya sangat lengkap, tapi realisasinya minim. Saya pun bingung menyaksikan pertanggungjawaban itu,” katanya dalam nada yanya.

Menurut sumber ini kepada laman ini, implementasi Dana Desa itu sudah dipertanyakannya terhadap aparat desa. Sebetulnya, sudah ada juga ancaman dari oknum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atas tindakan kades itu. oknum itu harapa agar Dana Desa tahun 2017 ini dikelola dengan baik sehingga bisa bermanfaat bagi kepentingan masyarakat desa.

“Terus terang saya tak ada niat iri hati dengan aparat desa. Tapi niat saya baik untuk menyelamatkan dia, jangan sampai mereka tergiur melakukan yang tak diinginkan,” kata oknum BPD ini.

FIRMANSYAH

TINGGALKAN KOMENTAR