Bupati Matra Agus Ambo Djiwa saat membuka acara TIMPORA di Pasangkayu, Matra, Kamis, 23 Maret 2017. (Foto: Arham Bustaman)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Matra, Sulbar, berlangsung di Aula Hotel Devonder Pasangkayu, Matra, Kamis, 23 Maret 2017.

Rapat itu dihadiri oleh Bupati Matra Agus Ambo Djiwa, selaku pembina tim pengawasan orang asing, dan beberapa kepala OPD lingkup Pemkab Matra.

Sebagai negara yang memiliki kekayaan alam melimpah dan posisi strategis sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan bagi orang asing dengan berbagai kepentingan.

Selain itu, peningkatan arus lalulintas orang, barang dan jasa dapat mendorong dan memicu peningkatan ekonomi serta mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Intelejen, Penindakan dan Informasi Sistem Keimigrasian Bambang Suhartono yang mewakili Kadiv Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulbar saat mengawali acara.

Menurut Bambang Suhartono, kita tak dapat menafikan bahwa dampak negatif dari kedatangan orang asing menjadi ancaman terhadap sosial, budaya, hukum dan keamanan negara sebagai pilar ketahanan nasional negara.

Untuk itu, katanya, diperlukan pendekatan hukum terhadap keimigrasian secara terkoordinasi melalui tim pengawasan orang asing di setiap daerah di nusantara sebagai langkah preventif terhadap sesuatu yang tak diinginkan.

Apalagi pada tahun 2015 lalu para pemimpin negara di kawasan Asia Tenggara telah melakukan perjanjian dan bersepakat membentuk pasar tunggal atau yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) untuk memperlancar proses perdagangan di kawasan ini.

Terlebih lagi, masih kajian Bambang, dengan maraknya isu WNA—diduga asal Tiongkok—yang bekerja di Indonesia akhir­-akhir ini, sehingga dikhawatirkan muncul berbagai kejahatan internasional atau lintas negara seperti terorisme, perdagangan narkoba dan perdagangan manusia (human traffiking) serta yang potensi masalah lainnya.

Bupati Matra Agus Ambo Djiwa saat membuka acara menyampaikan, akan menyediakan lokasi hibah untuk pembangunan kantor Tim Pengawasan Orang Asing di daerah ini (Matra, red).

Hal ini dimaksudkan Agus guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan mengantisipasi keberadaan orang asing yang datang di daerah Matra secara terkoordinasi.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR