Budiyansa, Kepala Dinas PUPR Matra (kanan) bersama Arham Bustaman, Ketua Pers Mamuju Utara (PERMATA), seiring sejalan ketika meninjau sebuah stand pameran di Pasangkayu, Minggu, 16 April 2017. (Foto: Firmansyah)

Karya Budi di PUPR untuk kemaslahatan Matra, Arham fokus benahi kuli tinta untuk mencerahkan pekerjaan pers di Matra. Bisa dibilang, Arham kini ‘berbulan madu’ dengan birokrasi, tapi selain itu ia pula mengusung idealisme pers yang, salah satunya, tak mudah takluk meski di depannya ‘bergelimang candu’.

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Napak tilas sebagai sejarah pembentukan Pasangkayu diperingati di hari jadi ke-14, Minggu, 16 April 2017.

Ada dua tokoh muda populer di kalangan pemuda saat ini, dinilai punya andil dan diberikan tongkat estafet kepemimpinan. Berkat ketekunan, kegigihan, dan kerja keras berkarya membangun daerah.

Adalah Budiyansa, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) matra dan Arham Bustaman, Ketua Pers Mamuju Utara (PERMATA). Berdua berkarya sesuai karakter dan keahlian masing-masing.

Budiyansa, orang nomor satu di dinas PUPR. Ia tak sombong dan bangga diri, padahal posisi itu strategis. Budi adalah tokoh muda pertama yang merengkuh jabatan Eselon II di Pemkab ‘Pasangkayu’.

Ditemui wartawan di sela-sela kegiatanya di stand pameran PUPR, Budiyansa menyampaikan akan fokus lakukan perubahan di Hari Jadi Pasangkayu ke-14.

Kata dia, SKPD lain sibuk buat stand pameran elegant, konsep modern, dan hingga telan dana cukup besar. “Stand kami, ya, konsep rumah di tengah sawah hasil karya bidang irigasi,” kata Budi. Ketokohan Budiyansa populer di Pasangkayu dinilai mampu akomodir pemuda di daerah itu.

Bahkan, Budi, yang konon anak emas dan kepercayaan bupati Agus Ambo Djiwa, digadang-gadang maju bertarung di bursa Pilkada 2021, mendampingi sesepuh Pasangkayu yang tak lain adalah Yaumil Ambo Djiwa.

Budi hanya menjawab rumor politik itu dengan senyuman. Dia bilang akan fokus bekerja sesuai keahliannya sebagai teknik sipil. “Itu hasil survei elektabilitas saya. Alhamdulillah hasil di lapangan baik, tapi saat ini saya fokus bekerja saja,” jelasnya.

Satu lagi kaum muda popularitas kian menanjak, adalah sosok Arham Bustaman. Pegiat kuli tinta senior di Pasangkayu ini sangat familiar dikenal dengan sebutan ‘Hatta Rajasa di Matra’. Sebutan itu begitu lekat karena rambut perak yang unik dimilikinya.

Popularitas anak kelahiran Pangiang itu menonjol saat ia dinilai mampu kawal pembangunan di dapil Bambarasa, utamanya Desa Pangiang. Melalui fungsi kontrol, wartawan senior Matra ini mampu hadirkan bangunan tanggul abrasi pantai, kini masih tahap pekerjaan. Proyek mega bintang itu telan dana Rp 17 miliar dari Balai Wilayah Sungai.

Selain itu, Arham turut serta kawal dana DAK pemerintah pusat untuk Mamuju Utara. Seyogianya ia mendampingi Dinas PUPR hadir di Kota Bima, saat pembahasan anggaran kucuran pusat itu. Alhasil, jembatan Pangiang diiming-iming warga setempat dibangun permanen bakal terkabulkan.

“Saya ada di Bima waktu itu, bahas tentang jembatan Pangiang akan dibangun,” ungkapnya. Bahkan ada satu cita-cita mulia Arham, yakni perjuangkan anggaran media sehingga tepat sasaran. Karena banyak dana media tapi dipelintir oleh oknum pejabat tertentu dan oknum wartawan tertentu.

“Jika saya anggota dewan maka saya bagi rata Rp 50 juta tiap media,” sindir Arham pada legislator di Pasangkayu.

FIRMANSYAH

TINGGALKAN KOMENTAR