Mantan Kades Pangiang, Haris. (Foto: Arham)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Dusun Salule merupakan kampung tua yang berada sebelah utara yang berjarak tak kurang 10 kilometer dari kota Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar).

Bahkan, akses jalan yang menghubungkan Pasangkayu pun masih dalam proses peningkatan. Sehingga warga kampung tersebut kadang harus memutar lewat arah Pangiang bila ingin menuju Pasangkayu.

Konon, kampung yang berada di Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu ini jauh lebih berusia dari kota Pasangkayu.

Meski jarak sangat dekat dari ibu kota kabupaten, namun kampung yang didiami mayoritas Suku Kaili (Torai) yang semula berasal dari pesisir pantai barat teluk Palu ini, belum mendapatkan aliran listrik.

Tapi, berkat mantan Kepala Desa Pangiang, Haris, kampung yang sudah hampir ratusan tahun gelap ini akan menjadi terang.

Setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pangiang, akhirnya Haris berhasil membujuk warga pemilik pohon kelapa untuk menebang pohon kelapa milik mereka yang menjadi kendala pemasangan kabel aliran listrik.

“Saya cukup prihatin dengan kampung kami (Salule), sebab sejak lama sekali belum teraliri listrik. Padahal, tiang sudah berdiri dan kabel sudah dibentangkan, tapi belum bisa tersambung aliran listrik,” kata Haris saat bertemu dengan Kepala PLN Rayon Pasangkayu, Senin, 3 Desember 2018.

Menurut Haris, seharusnya PLN sudah bisa menyala, tapi itu tidak terjadi karena sebagian warga enggan memberikan tanamannya ditebang dengan tanpa ganti rugi sesuai permintaan mereka yang nilainya variatif.

Pada kesempatan yang sama, Kepala PLN Rayon Pasangkayu, Arifuddin menjelaskan, dalam waktu dekat, pihaknya akan segera turun untuk mensurvei terkait potensi hambatan lintasan listrik di Salule.

“Insya Allah dalam waktu dekat tim kami akan turun, jika sudah tidak ada hambatan, maka aliran listrik akan segera tersambung,” jelas Arifuddin yang belum seminggu menjabat ini.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR