Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Matra Kartini (kiri). (Foto: Arham Bustaman)

TRASTIPO.com, Pasangkayu – Pemkab Matra melalui Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum mulai survey tahap awal proyek revitalisasi penataan bantaran Sungai Baloli Pasangkayu dengan konsep wisata.

Survey dimulai dengan melakukan pengukuran sisi sungai dengan menggunakan speed boat (perahu cepat) dan dilanjutkan dengan menyisir semak belukar sisi sungai menggunakan kendaraan roda dua.

Rencananya, pembangunan fisik proyek ini dimulai tahun depan (2018) yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 300 miliar. Nantinya proyek ini dibangun dengan volume 3 KM sampai di Jembatan Salunggabu yang sementara dirampungkan dari muara sungai sebagai titik nol pekerjaan.

Jembatan Salunggabu merupakan jembatan besi berkelir merah maron digadang-gadang menjadi ikon baru Kota Pasangkayu, setelah Bundaran Smart. Ke depan, jembatan ini akan jadi akses penyeberangan ke salah satu titik dalam kota modern (Smart City) yang akan dibangun Pemkab Matra.

Karena itu, untuk menambah keelokan kota, menurut Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Matra Kartini, pihaknya sudah berkordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III yang termasuk di dalamnya sungai Pasangkayu untuk membicarakan rencana proyek selanjutnya.

“Rencana awal kami survey dulu. Selanjutnya proyek revitalisasi ini akan ditenderkan melalui balai. Proyek butuh anggaran besar, maka proses pekerjaannya multiyears (beberapa tahun),” tutur wanita muda lulusan S1 Universitas Tadulako Palu ini di ruang kerjanya, Senin, Januari 2017.

Seusai melakukan survey, Kartini menerima kru laman ini. Katanya, konsep awal proyeknya ini tak lepas dari ide brilian Bupati Matra Agus Ambo Jiwa. Beliau inginkan pembangunan kota Pasangkayu bernuansa Smart City (kota pintar).

“Ide awal dari bupati (Agus Ambo Djiiwa, red). Dia menginginkan Pasangkayu menjadi kota modern. Dia terinspirasi dari salah kota yang memiliki sungai cantik nan menawan untuk dijadikan sebagai objek wisata dalam kota,” kata Tini—sapaan perempuan muda ini.

Masih Tini, revitalisasi ini dan beberapa proyek penunjang lainnya, diharapkan mampu mengubah wajah kota Pasangkayu menjadi lebih indah dan tertata. Apalagi Pasangkayu merupakan gerbang utama Provinsi Sulbar di bagian utara.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR