‘Bagai Pedati Berputar’ di Parlemen ‘Pasangkayu’

288

Laiknya berjamaah, posisi ketua komisi ‘tua’ di DPRD Mamuju Utara tergantikan oleh legislator yang muda-muda.

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Di kota Pasangkayu, Mamuju Utara (Matra), di Rabu, 29 Maret 2017, telah berlangsung sebuah rapat yang alot. Ia disebut alot karena bahasannya menyangkut perubahan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD Matra.

Rapat ini alot dan seru sekali, berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Matra.

Meskipun begitu, rapat ini tetap berjalan lancar sebab yang dikedepankan adalah semangat kekeluargaan. Ujung rapat ini menghasilkan komposisi AKD yang baru—yang ini kemudian meruapkan polemik.

Kondisinya, sesuai hasil pembahasan rapat itu, seperti ini. Anggota dewan Matra yang telah dianggap senior—disebut senior sebab ‘rata-rata’ sudah tiga periode di parlemen—berhasil diganti posisinya sebagai pemangku AKD oleh legislator yang muda-muda, atau baru periode kali ini masuk dewan.

Sekadar diketahui, perubahan di alat kelengkapan dewan (AKD) itu, antara lain:

Ketua Komisi I Uksin Djamaluddin (PAN, senior) digantikan oleh Arfandi Yaumil RM (Golkar, yunior), Ketua Komisi II Saifuddin Andi Baso (Golkar, senior) digantikan oleh Nurlatif (PDIP, yunior), dan Ketua Komisi III Aksan Yambu (Demokrat, senior) digantikan oleh Yani Pepi Adriani (Demokrat, yunior).

Salah seorang pengamat politik di Matra yang enggan dikorankan namanya mengatakan, perlu memang penyegaran di parlemen Matra. “Dengan rotasi atau perubahan posisi di AKD Matra dipersepsi sebagai pembawa angin segar dalam legislasi dan pengawasan dewan ke depan,” kata sumber laman ini.

Sebuah jargon sebagai penutup, katanya, “Saatnya tokoh muda proaktif bekerja demi kepentingan daerah.”

FIRMANSYAH

TINGGALKAN KOMENTAR