Agus Redam Riuh Isu Pemekaran Baras-Sarudu

391
Tokoh Baras-Sarudu Ridwan Ali (Kiri) Bersama Musawir Az Isham (Kanan)

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Desas-desus rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Baras-Sarudu semakin menggeliat di permukaan, khususnya bagi beberapa kalangan warga Baras-Sarudu.

Tak terkecuali sesepuh sekaligus inisiator pembentukan Mamuju Utara, Yaumil Ambo Jiwa yang cukup berjasa dalam pemekaran daerah ini dari Mamuju 14 tahun lampau beserta saudaranya Agus Ambo Jiwa dan juga beberapa tokoh lainnya.

Meski muasal pembentukan DOB Baras-Sarudu hanya dari segelintir tokoh saja khususnya pemuda, namun hal itu semakin hari semakin menggelora di kalangan masyarakat luas.

Sebut saja Musawir Az Isham, Ridwan Ali, Karma Yunus dan lainnya yang kini berkecimpun di DPRD Matra. Bahkan Musawir yang juga bagian tak terpisahkan dari pembentukan Matra.

“Dari segi syarat apapun Baras-Sarudu layak mekar jadi otonomi sendiri, mulai dari luas wilayah, jumlah penduduk dan aspek sosial-budaya,” kata politisi senior Demokrat ini secara blak-blakan.

Ia menambahkan secara administrasi, justru kondisi Baras-Sarudu ini jauh lebih pantas dimekarkan bila dibandingkan dengan Matra kala pemekaran lalu.

Begitu pun yang disampaikan Ridwan Ali. Anggota DPRD Matra dua periode dari partai PDIP ini menjelaskan akan lebih cepat pemerataan pembangunan bila wilayah semakin kecil.

Alasan yang disampaikan Musawir dan Ridwan Ali ini, ditepis lantang bupati Matra Agus Ambo Jiwa.

Ketua Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu (KAPKP) itu menyebutkan tidak mesti lagi ada pemekaran, sebab beban negara semakin berat.

“Mestinya semua pihak berfikir rasional, sebab tujuan pemekaran itu pendekatan pelayanan publik,” tutur Agus seusai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Matra, Kamis 18 Mei.

Dan paling penting tambah dia, harus ditinjau dari segi ilmiah, bukan didasari kepentingan politik semata yang hanya mengejar posisi dan jabatan.

Lebih lanjut, ia mengatakan begitu kecilnya wilayah ini, sehingga pelayanan pemerintah daerah menjangkau seluruh pelosok, tak terkecuali daerah terpencil.

Meski di beberapa kesempatan ia akui masih ada yang kurang, tapi semua akan dibenahi dengan sisa 4 tahun pemerintahannya bersama H.Saal selaku wakilnya.

Ikram Ibrahim jauh hari sudah menyatakan sikap menolak usulan pemekaran Baras-Sarudu.

Legislator dari partai berlambang Ka’bah (PPP) itu justru melontarkan pernyataan kontroversial yang menyebutkan wacana ini mustahil terwujud “Bak Burung Gagak Menjelma Jadi Putih”.

ARHAM BUSTAMAN

TINGGALKAN KOMENTAR