Achmad Amins, dari Pasangkayu ke Tampuk Kota Samarinda

317

Sekilas tentang Achmad Amins, Walikota Samarinda dua periode: 2000 – 2010.

TRANSTIPO.com, Pasangkayu – Memang, kini dia sudah tiada. Tapi bagi warga di Pasangkayu, Matra, akan selalu mengenangnya. Lelaki ini memang kelahiran Desa Tampaure, Pasangkayu, Mamuju, di masa silam.

Kini Desa Tampaure adalah bagian dari Kecamatan Bambaira, Matra, Sulbar. Sejak kecil, Achmad Amins telah merantau ke Samarinda, Kaltim. Di ‘kota minyak’ itulah dia membangun hidupnya dan menemukan cakrawala dunia untuk masa depannya yang gemilang.

Jika kisah pendek ini dipercepat, Achmad Amins (AA) kemudian tampil menjadi seorang figur penting di kancah politik formal di ibukota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) itu.

Dan, tak ayal lagi, AA kemudian diberi amanah oleh mayoritas elemen di kota itu untuk menjadi walikota: sebuah prestasi tak gampang dengan memimpin selama 10 tahun Kota Samarinda (2000-2005 dan 2005-2010).

Dengan prestasi AA itulah pula yang ikut ‘mengharumkan’ nama Pasangkayu—kini ibukota Kabupaten Matra, yang tak lama lagi akan dipakai sebagai nama kabupaten, yakni Kabupaten Pasangkayu.

Sebab AA berasal dari Desa Tampaure, maka tak salah kemudian ketika sebuah label melekat: Tampaure, kota Samarinda kecil di Matra. Tak terurai benar apa makna yang dikandung label di atas.

Tapi laman ini coba menginterprestasikannya, bahwa Pasangkayu dan Samarinda bagai ‘saudara tak sekandung’, dekat sekali secara sosio-emosional. Dampak kedekatan ‘sejarah dan kultural’ inilah yang menjadikan perjalannannya kemudian seolah: dari Pasangkayu enak ke Samarinda dan dari Samarinda “menetes” di Pasangkayu.

Dua daerah yang nun jauh jaraknya secara kasat mata, namun seolah dekatdi hari. Dengan faktor apa? Ya, almarhum AA itu. Jika nama AA ditulis lengkap, inilah aslinya: Dr. Haji Achmad Amins, MM.

Sosoknya selalu dikenang. Dulu, kapan dan di manapun, dia selalu sebut jika dirinya terlahir dari sebuah kampung kecil di ujung utara Pulau Sulawesi: Desa Tampaure—sebuah desa yang masih tertinggal, di waktu lalu tentunya.

Memories based history itu membuncah kembali pada sebuah acara keluarga yang digelar di Desa Tampaure, Bambaira, Matra, akhir pekan lalu. Resepsi pernikahan itu mempertemukan dua sejoli, yakni Nuim Datupamusu dan Dita Nur Maulana. Di moment yang sangat baik dan berbahagia ini, nama AA kembali terkenang dengan begitu indah.

Tak sedikit warga Tampaure yang telah menetap di Kota Samarinda kembali pulang untuk menghadiri pesta pernikahan Nuim dan Dita. Ini sebuah tradisi yang baik, yang terus dipelihara dari sejak masa kecil AA hingga kini. Memang, silaturahmi tak mengenal jarak. Sekalipun Samarinda dengan Pasangkayu dibelah oleh lautan lepas nan luas, namun pertalian kekeluargaan kerap saja dirajut.

Sayang beribu sayang, di tengah riuh dan sorak diselingi canda dan tawa seiisi Tampaure, sosok AA sudah tak ada lagi di tengah keluarga besarnya itu. Dia telah berpulang pada 9 Januari 2017 lalu di sebuah rumah sakit di Kota Tagerang Selatan, Banten.

Kepergian AA membawa duka yang sangat dalam bagi keluarga besarnya di Tampaure, Pasangkayu. Kabar akan kepergiannya itu diketahui secara cepat di tanah kelahirannya lantaran disiarkan secara langsung oleh sejumlah televisi nasional.

Ketika itu, Tampaure benar-benar berduka. Tokoh besarnya, yang mantan Walikota Samarinda, telah pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Nun sayang di balik sayang, tak sedikit keluarga di Tampaure yang hanya tapakkur di tempat lantaran tak cukup biaya untuk berangkat ke Samarinda.

“Kami keluarga di sini mendoakan almarhum Amin, semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan dilapangkan kuburnya,” kata warga Tampaure kala itu.

Tak sedikit warga yang mengaku, “Jika saja beliau masih hidup dan hadir di pesta pernikahan keluarganya ini, beliau pasti akan bagi-bagi uang lagi untuk sanak famili di sini.” Sudah bukan rahasia memang kalau AA itu penderma yang ikhlas.

“Pak Amin kalau datang di Tampaure selalu berbagi rezekinya. Orangnya sangat dermawan, dan tak sombong dengan keluarga sendiri,” kenang warga di Tampaure itu.

Achmad Amins lahir pada 3 Juli 1947 dari pasangan Haji Saharuddin Mappe (Bugis) dengan Hajjah Hadipa (Kaili). Di masa AA terlahir ke dunia, Tampaure adalah bagian dari Pasangkayu, namun daerah ini masih menjadi wilayah administrasi pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan. Jarak antara Tampaure dengan Kabupaten Donggala, Sulteng, sekitar 60 kilometer.

AA tercatat sebagai Walikota Samarinda kedelapan. AA didampingi oleh Syaharie Jaang—Wakil Walikota Samarinda. Pada periode kali keduanya, ia dilantik oleh Gubernur Kaltim Suwarna Abdul Fatah.

FIRMANSYAH/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR