Kegiatan Workshop Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) di Pesantren Al-Ihwan Topoyo pada 20 Mei 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar kegiatan workshop pelatihan pembuatan souvenir wisata bagi masyarakat pengelola wisata di pantai Batu Rede. Kegiatan tersebut implementasi dari proyek perubahan anggaran 2019.

Kegiatan workshop tersebut dibuka oleh Sekda Mateng H. Askary Anwar yang berlangsung di home industri Pesantren Al-Ihwan Topoyo pada 20 Mei 2019.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) H. Bambang Suparni, fasilitator pembina kegiatan Iin Anggraeni dari lembaga latihan kerja I2N Hand Made Yogyakarta.

Hadir pula pimpinan serta santri dari 4 pesantren yang ada di Kecamatan Topoyo yakni, Pesantren Al-Kkhwan, Darul Istiqomah, Al-Arqam Muhammadiyah, dan Al Chaeriyah Patulana.

Sementara 4 pesantren dari Kecamatan Karossa yaitu, Al-Amanah Waikaya, Al-Biruni, Yamines Muhajir, Madinatunnajah Tomemba, UKM (Unit Kerja Mahasiswa) Dakwah Islam Unika, ibu-ibu santri, dan masyarakat sekitar pesantren serta keluarga besar Sahabat Karya.

Kegiatan Workshop Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) di Pesantren Al-Ihwan Topoyo pada 20 Mei 2019. (Foto: Ruli)

Empat pesantren yang ada di Kecamatan Topoyo dengan jumlah peserta sebanyak 180 orang, sedangkan empat pesantren dari Kecamatan Karossa sebanyak 150 orang.

Sekda Askary Anwar menyampaikanbahwa kegiatan workshop kali ini merupakan implementasi dari hasil seminar yang dilakukan dinas terkait dengan proyek anggaran perubahan tahun 2019.

Proyek ini untuk pengembangan potensi tempat wisata di Mateng dengan kegiatan pelatihan pembuatan souvenir kerajinan tangan berbahan dari sampah. Tema kegiatan ini adalah “Penggunaan Sampah dan Limbah Destinasi Wisata Batu Rede”.

“Kegiatan ini menurut saya tepat, dan efektif serta positif untuk pengembangan dunia usaha dengan keterampilan, karena melakukan pendekatan keagamaan melalui santri. Ini juga dapat merubah pola pikir serta prilaku masyarakat kita,” kata Askary.

Masih Askari, sehingga karakter yang mandiri seperti ini memang harus dimulai dari anak-anak kita, dan apabila kegiatan-kegiatan ini benar-benar digeluti dan serius akan menjadi salah satu usaha yang menjanjikan, hal ini jangan dianggap remeh.

“Saya yakin bila diseriusin dan digelutin, ke depan tidak menutup kemungkinan   prospeknya akan lebih bagus dan tidak menutup kemungkinan akan memiliki brand tersendiri,” ungkapnya.

Kegiatan Workshop Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) di Pesantren Al-Ihwan Topoyo pada 20 Mei 2019. (Foto: Ruli)

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mateng Bambang Suparni mengatakan, kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk pencapaian visi Kabupaten Mateng yaitu, Terwujudnya Kota Mamuju Tengah yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Modern Berbasis Kearifan Lokal.

Menurutnya, terkait perkembangan produk kreatifitas ini ke depan, pihaknya sudah membicarakan oleh pihak Bank Sulselbar bahwa lewat kegiatan ini, siap untuk memberikan bantuan dana guna kebutuhan produk souvenir wisata.

Olehnya itu, katanya, tujuan kegiatan ini yaitu, meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menurunkan angka pengangguran, dan menurunkan angka kemiskinan.

“Kegiatan ini akan terus ditindaklanjuti pada masing-masing pesantren untuk menghasilkan produk-produk yang sebanyak-banyaknya dan berkualitas, nantinya akan dipromosikan/dilombakan setelah hari Raya Idul Fitri 1440 H nanti,” jelasnya.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR