Istri Jamal menggendong bayinya keluar dari RSUD Mamuju Tengah, Sabtu, 4 Agustus 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Bayi laki-laki yang baru berumur satu bulan ini terpaksa dipulangkan oleh orang tuanya karena tak punya rujukan, meski telah berada dalam ruang perawatan di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Mamuju Tengah, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Hal tersebut dilakukan oleh Jamal, ayah bayi itu. Keluarga ini keluar dari rumah sakit lantaran kartu BPJS miliknya sudah tak dapat dipergunakan sebagaimana mestinya karena tidak ada surat rujukan dari puskesmas.

Jamal menyayangkan pihak puskesmas yang tak memberikan kebijakan untuk mengeluarkan surat rujukan karena tak mengikutsertakan bayi tersebut ke puskesmas untuk pemeriksaan kondisi bayi terlebih dulu.

“Saya mengaku keliru karena langsung ke RSUD tanpa melalui faskes yang telah ditunjuk oleh BPJS. Namun karena sudah panik melihat kondisi bayi sakit demam dan panas tinggi, akhirnya langsung saya bawa ke RSUD,” aku Jamal.

Ia berharap dapat surat rujukan dari puskesmas tanpa membawa bayinya, namun pihak puskesmas tak mau memberikan rujukan tanpa memeriksa kondisi bayinya itu. Sedangkan bayi tersebut sudah terlanjur berada di ruang perawatan bayi RSUD Mamuju Tengah.

“Kasihan bayiku jika mau dibawa mondar-mandir dalam keadaan sakit demam apalagi umurnya baru satu bulan,” ujar Jamal.

Terkait masalah tersebut, Direktur RSUD Mamuju Tengah dr. Patun Rengi, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon menjelaskan tentang prosedur pengklaiman biaya oleh BPJS.

“Per 1 Agustus 2018, BPJS telah mengeluarkan peraturan baru, bahwa tidak bisa lagi terbit surat penjaminan di rumah sakit kalau tidak terbit nomor rujukan online dari puskesmas. Otomatis kalau tidak terbit surat penjaminan, biayanya tidak bisa diklaim oleh BPJS,” ungkap dokter Patun Rengi.

Menurutnya, kebijakan bisa diberikan tapi bukan di area peraturan. “Semuanya telah menggunakan sistem,” sebutnya.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR