Granf Final pemilihan Tonacanga dan Tonalolo di Mamuju Tengah pada Selasa malam, 6 November 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Selasa malam, 6 November 2019, adalah malam Grand Final Pemilihan Tonacanga dan Tonalolo yang bertempat lapangan Benteng Kayumangiwang, Mamuju Tengah (Mateng).

Kru laman ini memantau acara puncak pemilihan ‘putra dan putri’ Mateng 2018 itu, namun tampak kurang ramai atau masyarakat kurang antusian datang menonton acara ini.

Dikonfirmasi kepada beberapa warga yang hadir di lapangan tersebut, ia mengatakan bahwa saya tidak tahu kalau ada kegiatan tahunan malam ini (Selasa malam, red).

“Seandainya banyak yang tahu, bukan cuma saya tapi akan banyak orang yang membangun tenda dan menjajakan jualannya di tempat ini. Tidak seperti dulu-dulu, kita langsung tahu kalau ada kegiatan besar. Seandainya kami tidak melintas, tidak akan tahu ada acara,” jelas salah seorang warga yang menyaksikan acara ini.

Dulu, tambah perempuan paruh baya itu kepada laman ini, biasanya kalau ada kegiatan besar seperti ini, banyak pedagang yang memasang tenda-tenda untuk menjajakan jualannya, tapi malam ini tak satu pun tampak penjual. Kayaknya kita kurang informasi.

Kegiatan Grand Finas Pemilihan Tonalolo Tonacanga ini dibuka oleh Sekda Mateng Askary.

Dalam sambutan Askary, sanya ingin menyampaikan kepada anak-anak muda kita teruslah berprestasi dan mengembangkan kemampuan yang ada pada diri saudara. Pemuda-pemuda Mateng yang punya potensi dan bakat agar dikembangkan melalui ajang-ajang prestasi seperti ini.

“Atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi yang besar, meskipun dari hasil evaluasi kita seharusnya setiap tahun kegiatan ini ada peningkatan kualitas pelaksanaan. Ke depan insya Allah menjadi bahan evalusi untuk mengembangkan kegiatan ini agar lebih membumi, sehingga dapat memunculkan prestasi-prestasi yang positif serta optimal,” sebut Askary.

Di atas panggung, Ketua DPRD Mateng Arsal Aras saat mengatakan, kegiatan malam ini sangat hambar, karena seolah-olah masyarakat Mateng tidak tahu ada event tahunan.

“Seharusnya kegiatan besar ini dinanti-nanti oleh masyarakat kita di Mateng. Atau paling tidak, generasi muda yang ada di kecamatan, desa mempersiapkan diri untuk ikut berkompetisi dalam kegiatan ini,” sebut Arsal Aras.

Ia tambahkan, kegiatan ini terkesan hanya seremonial saja dan selesai begitu saja, padahal kita butuh prestasi dan suasana yang lebih dahsyat, lebih riuh.

“Kegiatan malam ini tidak seperti kegiatan tahun lalu,” aku Arsal.

Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Hj. Amalia Aras.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR