Pasar lama Topoyo, Mateng, terbakar pada Selasa pagi, 12 Februari 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Pasar lama di Topoyo, Mamuju Tengah (Mateng) terbakar pada Selasa, 12 Februari 2019, sekitar pukul 07.58 WITA.

Hasil penelusuran kru laman ini di Topoyo, dugaan sementara terjadinya kebakaran di tengah pasar tersebut berasal dari korsleting listrik pada kipas angin di salah satu toko yakni Iklima Collection yang berada di dalam pasar.

Toko yang diduga sumber api tersebut sedang dalam keadaan kosong alias ditinggal pergi penghuninya.

Kejadian itu mengakibatkan puluhan gardu di dalam pasar terbakar. Dan toko Iklima Collection yang mengalami korban paling parah, dan tentu pula kerugiannya tidak sedikit.

“Setelah Sekitar setengah jam lebih kebakaran terjadi, kobaran api sudah berhasil dipadamkan oleh pihak pemadam kebakaran (Damkar), sehingga api tidak sempat menyerempet ke gardu-gardu yang lain,” kata salah seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Pemadam kebakaran sedang memadamkan api di Pasar lama Topoyo, Mateng, yang terbakar pada Selasa pagi, 12 Februari 2019. (Foto: Ruli)

Ia juga sampaikan, pihak pemadam kebakaran (Damkar) Mateng dengan cepat menurunkan tiga mobil tangki pemadam beserta puluhan personilnya langsung ke lokasi memadamkan kobaran api. Sehingga eskalasi api tidak sempat meluas.

Di tempat kejadian, menurut Iptu Didi Prianto dari pihak kepolisian mengatakan, kerugian yang dialami pemilik toko ditafsir sekitar Rp80 juta. Pakaian dewasa dan anak-anak serta beberapa barang elektronik sempat terbakar.

Menurut pengakuan pemilik toko, Nur, “Toko yang terbakar ini milik cucu saya Iklima (Ima, 38 tahun). Memang saat musibah ini terjadi cucu saya, Ima, ada di Tobadak. Kemarin dia menutup toko dan menuju ke Tobadak karena memang rumahnya di sana. Ia lupa mematikan kipas angin. Jadi kipas itu menyala terus di dalam. Kemungkinan sumber api berasal dari kipas angin tersebut. Kornslet, mungkin panas.”

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR