Sekretaris BPBD Kabupaten Mateng H. Bahtiar. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dikonfirmasi di Topoyo pada Senin, 9 Oktober 2018, Sekretaris BPBD Kabupaten Mateng H. Bahtiar mengatakan bahwa setelah gempa dan tsunami mengguncang Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat, 28 September 2018, Pemkab Mateng telah mendirikan dua titik posko pengungsian.

Posko pengungsian 1 didirikan pada Minggu, 30 September 2018, yang berada di kawasan Benteng Kayumangiwang, Kecamatan Tobadak, Mateng. Dan posko pengungsian kedua, tambah Bahtiar, didirikan di kawasan Pulohu, Kecamatan Budong-Budong, Mateng, pada 8 Oktober 2018.

Menurut Bahtiar, sesuai data BPBD Mateng untuk dua posko pengungsian di Mateng, jumlah pengungsi bencana korban gempa dan tsunami di Sulteng yang singgah dan bermalam, berobat, dan istirahat di Mateng meningkat, yakni per Minggu, 8 Oktober 2018, sebanyak 1.103 orang pengungsi.

“Sampai hari ini, Senin, 9 Oktober 2018, jumlah pengungsi bertambah yakni sebanyak 1.806 orang,” kata Bahtiar.

Ia menyebutkan, bantuan yang paling banyak dari masyarakat Mateng untuk para pengungsi di dua titik posko pengungsian yakni pakaian layak pakai, air mineral, makanan berupa mie instan dan beberapa snack lainnya yang layak konsumsi.

“Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada relawan-relawan Mateng yang ikut serta bahu-membahu menggalang dana untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah gempa dan tsunami di Sulteng,” tutup Bahtiar.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR