Wakil Ketua TP PKK Mateng Hj. Hartati Zainuddin. (Foto: Humas Pemkab Mateng)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melaksanakan dua kegiatan sekaligus, yakni peringati Hari Ibu ke-90 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-19. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Bupati Mateng pada Kamis, 27 Desember 2018.

Wakil Bupati Mateng H. Amin Jasa menyampaikan sambutan dalam upacara Hari Ibu ke-90 itu. Ia mengatakan, Indonesia lahir dari pergerakan Bangsa Indonesia dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kemerdekaan.

“Keterlibatan perempuan dibuktikan melalui Kongres Perempuan I pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia,” sebut H. Amin Jasa.

Hakekat Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya, sebutnya, adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan Bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Ia menambahkan, peringatan Hari Ibu juga diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

“Peringatan Hari Ibu juga diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajemukan perempuan. Saat ini bahkan terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara telah mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (Agent of Change),” kata Amin Jasa.

Bupati Mateng H. Aras Tammauni (ketiga kiri) dan Wakil Bupati Mateng H. Amin Jasa (kedua kiri) saat upacara Hari Ibu ke-90 dan HUT Dharma Wanita Persatuan ke-19 di halaman Kantor Bupati Mateng pada Kamis, 27 Desember 2018. (Foto: Humas Pemkab Mateng)

Perempuan Indonesia masa kini, tambahnya, adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki, mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perempuan dan laki-laki keduanya adalah parthnership sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Mateng Hj. Hartati Zainuddin pada Peringatan Hari Ibu kali ini menyebutkan bahwa tema Hari Ibu tahun ini adalah “Optimalisasi Potensi Darma Wanita Persatuan untuk Suksesnya Pembangunan Nasional”.

“Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia tahun 2018 dan meyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan PP dan PA sebagaimana yang tercantum dalam RPJMD 2016-2020 serta mewujudkan NAWACITA sebagai salah satu agenda nasional,” sebut Hartati Zainuddin.

Ia sebutkan, berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi dan berdampak kepada kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak, seperti terjadinya kekerasan, bentuk-bentuk perlakuan diskriminatif dan lain-lainnya.

Tentunya, katanya, diperlukan berbagai cara untuk mencegahnya. Peran keluarga menjadi salah satu yang diharapkan dapat menjadi bagian utama atau pilar untuk mencegah terjadinya kekerasan melalui penanaman nilai-nilai karakter dan budi pekerti, ketahanan keluarga sekaligus menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai, dan religius.

YASIN/RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR