Foto: Ruli Syamsil

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar sosialisasi bahaya narkoba. Peserta sosialisasi sebanyak 200 orang yang berasal dari pelahar SMA dan SMK di Kabupaten Mateng.

Sosialisasi bahaya narkoba ini berlangsung di Gedung Serba Guna Topoyo pada Kamis, 28 Februari 2019. Acara ini dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi Pemkab Mateng Bahri.

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Mateng H. Bambang Suparni, Kepala Bidang Kepemudaan Rusli Arif serta tamu undangan lainnya.

Narasumber pada kegiatan sosialisasi ini adalah Tino dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Inspektur Satu (Iptu) Pol Anwar dan Rusli Arif dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mateng.

Saat menyampaikan materinya, Tino menyebutkan bahwa Negara mengalami kerugian sekitar Rp84 triliun akibat penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Di mana dalam setiap hari ada 30 orang meninggal dunia akibat pengatuh narkoba.

“Kabupaten Mateng merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Sulbar yang paling intens melakukan sosialisasi terhadap bahaya narkoba. Tahun 2018 lalu, BNN pun memberikan penghargaan kepada Pemkab Mateng atas keseriusannya melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat, termasuk kepada kalangan pemuda,” sebut Tino.

Foto: Ruli Syamsil

Pada sesi kedua, Iptu Pol Anwar menyampaikan bahwa akibat hukum bagi siapa saja warga Negara yang melakukan penyalahgunaan narkoba atau pemakai narkoba, ancamannya hukuman berat.

Sementara Rusli Arif yang dalam materinya diberi judul “Peran dan Tanggungjawab Pemuda” mengulas, generasi muda memiliki peran aktif di segala sektor pembangunan.

“Terkait dengan penyalahgunaan narkoba, para generasi muda harus berperan bersama stakeholder lainnya untuk memberantas dan mencegah masuknya narkoba di daerah kita. Pemuda harus sepakat untuk memberantas dan mencegah penyalahgunaan barang haram tersebut,” ujar Rusli Arif.

Generasi muda, kata Rusli, harus menjadi pahlawan dalam kegiatan positif utamanya berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan daerah.

“Pemuda, jadilah hero di zaman now,” tegas Rusli Arif. Advertorial

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR