Bupati Mamuju Tengah (Mateng) H. Aras Tammauni mengayunkan bendera start tanda dimulainya Lomba Perahu Kulu Belang dalam rangka memeriahkan HUT ke-6 Kabupaten Mateng 2018. Lomba ini digelar di Sungai Budong-budong, Topoyo, Mateng, Rabu, 12 Desember 2018. (Foto: Humas Pemkab Mateng)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Desember tahun ini adalah mementum keramaian Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), kabupaten termuda di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Bukan tanpa alasan. Pada 14 Desember 2918 adalah puncak HUT ke-6 Kabupaten Mateng. Karena itulah, jauh sebelum tiba hari H itu, Pemkab Mateng dan sejumlah elemen lainnya melaksanakan pelbagai kegiatan, yang itu semua dimaksudkan memeriahkan hari jadi kabupaten yang berjuluk Lalla’ Tassisara’ ini.

Sebelumnya telah diberitakan ada beragam lomba, seperti jalan sehat, lomba karaoke, tabligh akbar dan dzikir, dan lomba menembak. Termasuk yang lomba yang satu yang ditunggu-tunggu publik Mateng, yakni Lomba Perahu Kulu Belang.

Lomba perahu ini digelar di Sungai Budong-budong, Kecamatan Topoyo, Mateng pada Rabu, 12 Desember 2018. Lomba ini dibuka secara resmi oleh Bupati Mateng H. Aras Tammauni.

Dalam sambutannya Bupati Aras Tammauni menyampaikan bahwa kegiatan Lomba Perahu Kulu Belang bukan mencari siapa yang juara dan siapa yang kalah, tapi ini merupakan ajang silatuhrami antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Mateng.

“Perahu Kulu Belang itu merupakan perahu tradisional yang kita pakai selama ini. Perahu Kulu Belang ini sangat bersejarah sekali buat masyarakat Kabupaten Mateng. Untuk itu, budaya ini perlu kita lestarikan di Kabupaten Mateng karena ini adalah warisan leluhur kita,” ujar H. Aras Tammauni.

Menurut Haji Aras, Perahu Kulu Belang ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Mateng, di mana Perahu Kulu Belang merupakan salah satu kendaraan utama yang digunakan, misalnya dari Topoyo ke Budong-budong. Bahkan ada juga masyarakat pakai berlayar dari Tobadak ke Mamuju.

Bupati Mamuju Tengah (Mateng) H. Aras Tammauni (berdiri) sedang menyampaikan sambutan mendahului acara Lomba Perahu Kulu Belang dalam rangka memeriahkan HUT ke-6 Kabupaten Mateng 2018. Lomba ini digelar di Sungai Budong-budong, Topoyo, Mateng, Rabu, 12 Desember 2018. (Foto: Humas Pemkab Mateng)

“Kita bawa bekal dan singgah di Budong-budong langsung kita tancap ke Mamuju menggunakan Perahu Kulu Belang. Saya katakan demikian karena saya adalah salah satu pelaku sejarah tersebut,” kisah singkat Bupati Mateng.

Dengan merefleksi sejarah—yang di masa silam itu juga ada Aras Tammauni di dalamnya, makanya ia sebut, “Lomba Perahu Kulu Belang yang kita laksanakan pada hari ini (Rabu, red) merupakan salah satu olahraga: mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga, karna mendayung itu membutuhkan tenaga dan tehnik.”

Di sela-sela sambutannya, Bupati Aras tak lupa ingatkan kepada dinas terkait agar revitalisasi perahu tradisional Mateng ini perlu dianggarkan.

“Saya ingin perahu itu dibentuk sedemikian rupa agar perahu tersebut dapat digunakan dengan tenang, nyaman dan aman, bukan perahu yang baru kita naik sudah terbalik,” ujar Haji Aras yang disambut riuh hadirin.

Aras juga tak lupa tekankan, kepada seluruh dinas yang terkait bahwa di daerah kita ini banyak atlet. Untuk itu para atlet yang ada di Kabupaten Mateng agar diperhatikan, dibina dengan baik sehingga ketika ada pertandingan di luar daerah kita sudah siap ikut berpartisipasi.

YUNUS/RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR