Lomba olahraga catur dilaksanakan oleh Percasi Mamuju Tengah di Warkop xKPK, Topoyo, 28 – 30 Juli 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Permainan catur adalah salah satu olahraga dengan mengadalkan kekuatan otak. Olahraga ini telah diakui secara internasional, dan karena itu ia dipertandingkan pada level antar-bangsa di dunia.

Tentang tumbuh semaraknya permainan catur, di Mamuju Tengah bukanlah hal baru. Boleh jadi organisasi catur, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Mamuju Tengah, belum lama terbentuk.

Pekan ini, Percasi Mamuju Tengah sedang menggelar perlombaan catur. Perlombaan ini dilaksanakan di sekretariat sementara Percasi di salah sebuah warung kopi, namanya Warkop xKPK.

Warung kopi ini berada dalam kota Topoyo, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. di warung inilah para pecatur-pecatur adalan Mamuju Tengah unjuk ketangkasan.

Lomba kali ini yang diikuti puluhan peserta pecatur merupakan ajang seleksi calon pecatur wahid kabupaten ini yang akan dipersiapkan menjadi bagian dari atlet Mamuju Tengah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Sulawesi Barat.

Porprov III nanti rencananya akan dihelat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Menurut Kamaluddin Alhap, pembina Percasi Mamuju Tengah, lomba seleksi atlet catur di Mamuju Tengah ini dilaksanakan pada 28 – 30 Juli 2018.

Kamaluddin adalah seorang pensiunan guru IPS dan olahraga di SMP Negeri 2 Kalukku, Mamuju. “lomba ini adalah kegiatan pertama di Mamuju Tengah,” sebut Kamaluddin.

Ia bercerita kepada kru laman ini di Topoyo. Katanya, kami bersama teman-teman pecinta catur aktif mengurus Percasi, salah satunya adalah M. Arsad Rocca.

“Kami kemudian berhasil melaksanakan lomba catur ini sebagai ajang seleksi atlet. Tujuan lainnya adalah menghidupkan olahraga catur di Mamuju Tengah,” ujar Kamaluddin.

Dalam hemat Kamaluddin, di Mamuju Tengah ini banyak pemain-pemain dan hobi olahraga catur, baik senior maupun junior yang berpotensi.

“Ini baru tahap awal. Saya yakin kita akan mendapatkan bibit muda yang lebih berpotensi,” ujarnya, bangga.

Dan, katanya, hari ini (Minggu, red), sudah selesai seleksi dan sudah masuk 10 besar. Kesepuluh atlet ini dipersiapkan mewakili Mamuju Tengah pada ajang Porprov di Majene pada Oktober nanti.

Tak lupa ia sebut salah seorang atlet junior catur yang berbakat. Namanya Marwan Setiawan, 14 tahun, dari Desa Babana. Dia anak ketiga dari 5 bersaudara. Kini duduk di kelas 3 SMP.

Lahir dari keluarga dengan Ayah bernama Saihak dan Ibunya bernama Rahmatia. Pada 2013 atau ketika Marwan masih duduk di bangku kelas 4 dan 5 SD, sudah dua kali ikut turnamen catur dan berhasil mewakili Kabupaten Mamuju.

“Alhamdulillah, waktu itu dia juara 3 kategori lomba catur kilat dan juara 2 lomba catur klasik. Anak ini akan kami bimbing untuk persiapan Porprov. Saya yakin di Mamuju Tengah masih banyak anak-anak remaja yang berpotensi,” cerita Kamaluddin.

Di ujung perbincangan kepada laman ini, Kamaluddin juga M. Arsad Rocca berharap, sebagai pembina dan pecinta olahraga catur, mudah-mudahan Pemkab Mamuju Tengah dan KONI sungguh-sungguh memerhatikan kegiatan kami, demi Mamuju Tengah yang kita cintai.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR