Ketua Bawaslu Mateng Elmansyah (kanan) menerima pengaduan 5 caleg petahana dari dapil I Mateng di Kantor Bawaslu Mateng pada Senin, 22 April 2019. (Foto: Ruli)
Panji Bayu Widodo (tengah) caleg petahana dari Partai Gerindra Mateng. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com,Topoyo – Sebanyak 5 calon anggota legislatif (caleg) di dapil I Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mendatangi Kantor Bawaslu Mateng pada Senin, 22 April 2019. Diketahui, kelimanya adalah caleg petahana (Anggota DPRD Mateng saat ini).

Caleg petahana tersebut berasal dari partai yang berbeda-beda, yakni Panji Bayu Widodo (Gerindra), Anwar Laumma (Golkar), Arfan Ardin (Hanura), Ince Irwan Thahir (PKB), dan Marsuki Ali (PPP). Tujuan mereka mendatangi Kantor Bawaslu Mateng adalah menindaklanjuti laporan yang mereka masukkan sebelumnya terkait dugaan pelanggaraan pemilu pada Rabu, 17 April lalu.

Ketua Bawaslu Mateng Elmansyah dan Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Mateng Taufik menerima kedatangan para caleg tersebut.

Panji Bayu Widodo mengatakan kedatangannya ke Bawaslu Mateng hari ini (Senin, red) untuk mempertanyakan sejauh mana perkembangan laporan yang telah diajukan ke Bawaslu.

“Tadi pihak Bawaslu sudah menyampaikan bahwa laporan yang kami bawa itu akan diidentifikasi. Dari pihak kami koalisi partai, yang kami buat baru memasukkan bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran pemilu yang bertentangan dengan UU No 7 tahun 2017,” ujar Panji Bayu Widodo.

Panji Bayu menambahkan, dugaan pelanggaran yang mereka laporkan, pertama, banyaknya masyarakat yang tidak mendapatkan C6 untuk melakukan pemilihan serentak di TPS. Kedua, banyaknya pengguna KTP yang melakukan pemilihan, lebih dari satu TPS. Ketiga, menggunakan C6 untuk mengantikan orang lain yang tidak ada di tempat.

“Semua bukti sudah kami masukkan dan kami berharap kepada penyelenggara untuk menghentikan rekapitulasi suara terhadap daerah-daerah yang bermasalah,” tegas Panji.

Menyikapi pengaduan ini, anggota Bawaslu Mateng, Taufik mengatakan bahwa kedatangan para caleg ke Bawaslu tiada lain untuk menindaklanjuti laporan mereka  yang masuk.

“Laporan mereka sudah masuk, namun karena pada saat itu hari Sabtu, bukan hari kerja, sehingga kami belum bisa registrasi, dan baru hari ini (Senin, red) kita registrasi, dan penanganannya itu terhitung 14 hari kerja,” jelas Taufik.

Taufik mengatakan, sampai saai ini laporan yang masuk ke Bawaslu Mateng sekitar 19 kasus, termasuk temuan delapan informasi awal yang saat ini kami sedang investigasi.

RULI SYAMSIL/ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR