Lelaki Jaluk yang diduga korban pembunuhan di dekat jembatan Topoyo, Mateng pada Kamis malam, 4 Oktober 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Seorang pria bernama Jalukding yang akrab disapa Jaluk alias JK ditemukan meninggal di dekat jembatan sungai Topoyo, Mamuju Tengah (Mateng).

Korban ditemukan dalam posisi badan tengkurap di atas tanas. Dan sebuah sepeda motor yang diduga milik korban terparkir di pinggir jalan tak jauh dari sisi korban.

Pada Kamis, 4 Oktober 2018, diperoleh keterangan dari istri korban dan masyarakat yang dekat dengan tempat kejadian.

Istrinya bilang, pada Kamis itu sekitar pukul 18:05 WITA korban alias JK masih sempat duduk-duduk di depan rumah. Nanti sekitar pukul 19:13 WITA JK pamit pada saya (istrinya, red.) mau pergi pergi seorang ke tukang kayu di Desa Tallungallo, atau arah ke selatan.

Hingga tengah malam JK belum juga pulang, dan karena itu istri dan anak korban itu mulai kuatir. Beberapa kali ia hubungi nomor ponselnya tapi tak tersambung, termasuk mengontak ke orang tua si korban tapi nomor ponselnya tidak aktif.

Lelaki Jaluk yang diduga korban pembunuhan di dekat jembatan Topoyo, Mateng pada Kamis malam, 4 Oktober 2018. (Foto: Ruli)

Istri dan anak korban kemudian berusaha mencari JK, suami dan ayah dari anak-anaknya. Percarian ini gagal, hingga pada Jumat, 5 Oktober, sekitar pukul 07:00 WITA pagi.

Di pagi itu pula istri korban kemudian beroleh kabar bahwa ada salah seorang laki-laki dewasa ditemukan tergeletak di dekat jembatan dengan sudah tak bernyawa.

Kematian JK ini kemudian disimpulkan dengan dugaan korban pembunuhan lantaran tak jauh dari korban ditemukan sebuah parang. Informasi dari warga yang tak jauh dari tempat kejadian, ‘pembunuhan’ diperkirakan pada malam tadi, Kamis malam.

“Sekitar jam 00:46 WITA, saya mendengar suara-suara orang ribut. Saya kira gempa lagi. Saya sempat panik juga,” ujar Ilham, mantan Iman Masjid di Benteng, yang rumahnya tak jauh dari tempat tergeletaknya JK itu.

Di bagian perut korban ditemukan luka sobek.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR