KPU Kabupaten Mateng sosialisasi Pemilu 2019 kepada penyandang disabilitas, Topoyo, Senin, 31 Desember 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 kepada penyandang disabilitas di Warkop Kopiji, Topoyo, Senin, 31 Desember 2019.

Hadir dalam sosialisasi kegiatan tersebut Ketua KPU Mateng Suryadi Rahmat, Divisi Teknis KPU Mateng Nasrul, dan salah seorang komisioner KPU Mateng Galuh Prihandini.

Dalam sambutannya Suryadi Rahmat mengatakan acara sosialisasi Pemilu 2019 hari ini (Senin, red) sangat penting terutama kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Mateng.

Kelompok penyandang disabilitas ini, menurut Suryadi Rahmat, minim menerima informasi terkait pemilu.

“Tak lupa saya berterima kasih kepada adinda Rahmat Samsuddin yang telah berpartisipasi selaku koordinator panyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Mateng. Jadi bagi masyarakat penyandang disabilitas maupun nondisabilitas memiliki hak yang sama di Pemilu 2019 nangti. Tidak ada yang dibeda-bedakan, kita sama. Bapak pilih satu calon, saya juga pilih satu calon. Antara penyandang disabilitas maupun nondisabiltas memiliki hak untuk memilih dan dipilih,” jelas Ketua KPU Mateng Suryadi Rahmat.

Lanjutnya, dalam UU Pemilu malah diprioritaskan bagi masyarakat penyandang disabilitas. Dalam UU itu memberikan amanah kepada kita (KPU, red) untuk mensosialisasikan ke masyarakat tentang hak memilih bagi masyarakat penyandang disabilitas maupun nondisabilitas.

“Jadi di TPS nanti, bagi masyarakat penyandang disabilitas akan diberikan pelayanan serta fasilitas khusus dan dispesialkan. Kita akan membimbing dengan baik dan menyiapkan alat-alat khusus yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, yakni tunanetra, tunarungu,  tunawicara. Alat itu akan digunakan sebagai alat pembaca, mengenal dan sebagainya, sehingga nantinya di TPS bisa memberikan penanganan yang optimal,” ujar Suryadi Rahmat.

Kami berharap, sebutnya, semoga kita tidak menerima yang dalam bahasa Mamuju sogok-sogok atau uang suapan karena itu melanggar peraturan yang ada dalam UUD 1945 tentang Pemilu.

Selanjutnya, Nasrul selaku Devisi Teknis KPU Mateng mengatakan amanah dari ketua penyandang disabilitas RI, bahwa tidak ada yang normal di dunia ini, sehingga tidak ada istilah normal dan tidak normal.

“Kita tidak boleh membeda-bedakan antara nondisabilitas dan disabilitas. Posisi dan hak kita sama dalam Pemilu 2019 ini. Semua manusia tidak ada yang normal atau sempurna di dunia ini,” sebut Nasrul mengutip pesan ketua penyandang disabilitas RI.

KPU Mateng, sebutnya, dalam rangka Pemilu 2019 senantiasa akan berupaya memudahkan bagi masyarakat penyandang disabilitas serta hak-haknya.

“Kami akan perhatikan itu,” tegas Nasrul.

Nasrul menambahkan, memberikan pemahaman tentang hak Pemilu 2019 kepada masyarakat penyandang disabilitas yang dapat mambantu semangat dan mental mereka untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemulu 2019 nanti.

Di ujung acara sosialisasi tersebut, Nasrul, atas nama KPU Mateng memberikan hadiah kepada peserta dari disabilitas itu berupa jam dan tongkat.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR