Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pulo Kambunong di Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah (Mateng), Sulbar, 10 November 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pulo Kambunong di Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah (Mateng) itu sudah ada sejak 2005. Hingga tahun 2018 ini pemerintah daerah belum pernah memperbaiki bangunan fisiknya yang kondisinya sudah sebagian hancur.

Sarana seperti kursi, meja, papan tulis serta fasilitas seadanya lainnya sudah tidak layak untuk digunakan.

Kondisi ruang belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pulo Kambunong di Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah (Mateng), Sulbar, 10 November 2018. (Foto: Ruli)

Pada 10 November 2018, kru laman ini mengonfirmasi guru SDN Pulo Kambunong, Marlinda dan Siti Halisa, di ruang kerja kepala sekolah. Kedua guru ini mengatakan, semoga ke depan SDN Pulo Kambunong diperhatikan oleh pemerintah.

Sekolah dasar ini memiliki 6 kelas ruang belajar, terdiri dari 70 siswa. “Kursi, meja, papan tulis sudah rusak. Buku-buku pelajaran anak-anak juga sudah layak diganti,” kata Marlinda.

Marlinda dan Siti Halisa adalah guru honorer di sekolah itu sejak tahun 2005. Saban hari ketika pergi mengajar di sekolah harus menyeberang sungai dengan bantuan perahu rakyat.

Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pulo Kambunong di Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah (Mateng), Sulbar, 10 November 2018. (Foto: Ruli)

Harapannya tak banyak, suatu waktu ia bisa diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Terpisah, Kepala Desa Kambunong Abdul Salam mengakui jika kondisi konstruksi bangunan SDN Pulo Kambunong yang ada di Pulau Kambunong tersebut memang memprihatinkan.

“Kondisi bangunan SD tersebut sudah cukup parah dan tidak layak. Sejak pertama dibangun, hingga 2018 ini belum pernah tersentuh lagi bantuan untuk perbaikan,” ujar Kepala Desa Kambunong Abdul Salam yang dikonfirmasi pada 10 November 2018.

Kepala Desa Pulau Kambunong Abdul Salam. (Foto: Ruli)

Ia bilang, kami hanya bisa berharap kepada Pemkab Mateng. Katanya, sudah sering kami usulkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Mateng agar sekolah di desa kami itu dapat bantuan renovasi.

“Jika sekolah kami sudah bagus, dengan begitu anak-anak kita juga akan bertambah semangat untuk bersekolah, termasuk guru-guru juga akan semangat,” imbuh Abdul Salam.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR