Sekda Mateng H. Askary Anwar hadir dalam seminar laporan pendahuluan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA) di Topoyo, Senin, 13 Mei 2019. Seminar ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mateng. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dalam rangka mengembangkan dan mengoptimalkan potensi pariwisata di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mateng melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mateng menggelar seminar laporan pendahuluan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA) pada Senin, 13 Mei 2019.

Kegiatan seminar ini berlangsung di Aula Rumah Makan Benteng Seofood Topoyo, Mateng, dengan melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulsel.

Hadiri dalam acara tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mateng H. Askary, Kepala Bappeda Mateng Ishaq Yunus dan Kepal OPD Lingkup Pemkab Mateng.

Sekda Mateng H. Askary Anwar hadir dalam seminar laporan pendahuluan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA) di Topoyo, Senin, 13 Mei 2019. Seminar ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mateng. (Foto: Ruli)

Dalam sambutannya Kepala Bappeda Mateng Ishaq Yunus mengatakan, Output yang diharapkan dari seminar ini adalah adanya rencana aksi pengembangan potensi kepariwisataan.

“Dengan adanya naskah akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang rencana induk pengembangan kepariwisataan daerah Kabupaten Mateng, Sektor pariwisata memiliki peluang yang sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Olehnya itu, agar potensi ini bisa optimal dan maksimal harus dikaji terlebih dahulu agar tepat sasaran dan tepat guna,” terang Ishaq Yunus.

Sementara di tempat yang sama, Sekda Mateng H. Askary saat membuka secara resmi Seminar Pendahuluan RIPARDA menyampaikan, jika rencana induk kepariwisataan daerah ini adalah sesuatu yang mutlak yang harus dimiliki, apalagi sebagai sebuah daerah otonomi baru yang mungkin punya potensi wisata. Meskipun sektor kepariwisataan ini tidak menjadi terlalu prioritas pada visi misi Pemerintah Kabupaten Mateng.

Masih Askary, di sektor parawisata ini bisa dikatakan adalah sektor yang seksi, dimana-mana di seluruh Indonesia maupun di negara di dunia yang menjadikan sektor ini menjadi sumber pendapatan dan pertumbuhan ekonomi yang riil.

Sekda Mateng H. Askary Anwar hadir dalam seminar laporan pendahuluan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA) di Topoyo, Senin, 13 Mei 2019. Seminar ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mateng. (Foto: Ruli)

“Agar sektor pariwisata di Mamuju Tengah bisa meningkat dan berkembang, harus memiliki rencana dan master plan terlebih dahulu. Kira-kira akan mengarah ke mana. Ini harus dikaji secara ilmiah, apakah potensi wisata yang mau dikembangkan sudah memenuhi syarat atau tidak baik dari segi teknis dan sebagainya,” terang Askary.

Ia juga mengatakan, meskipun kita adalah daerah baru yang terfokus pada infrastruktur dasar, tapi kita tidak bisa lepas dari kerangka berpikir terkait dengan potensi pengembangan wisata yang kita miliki. Karena di wilayah kita ini sudah ada spot-spot yang secara alamiah muncul menjadi sebuah daerah tujuan wisata-wisata khususnya wisata lokal, dimana sudah dilakukan pembinaan oleh dinas terkait.

“Saya mau sampaikan bahwa, kita tidak boleh menganggap remeh potensi pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Meskipun saat ini potensi wisata yang ada di Kabupaten Mateng tidak terlalu memyumbang besar terhadap pertumbuhan ekonomi kita, tetapi ini harus kita pikirkan secepatnya bagaimana sektor ini bisa masuk ke dalam potensi pengembangan pendapatan daerah kita,” jelas Askary. Advertorial

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR