Ruang Komis I DPRD Mateng terbakar sekitar pukul 18.29 WITA, Minggu, 04 November 2018, Topoyo, Mateng. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Kebakaran terjadi di Kantor DPRD Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) pada Minggu sore, 4 November 2018. Posisi kebakaran tersebut terjadi di ruang kerja Ketua Komisi I DPRD Mateng, Fatahuddin Algafiqi.

Dikonfirmasi kepada lelaki Accu’, salah seorang petugas pemadam kebakaran di Topoyo, Mateng. Accu mengatakan bahwa sekitar jam 18:29 petang tadi, atau habis magrib, ada laporan melalui telepon ke kami yang penelpon itu menyebutkan bahwa telah terjadi kebakaran di Kantor DPRD Mateng.

“Kami langsung bergegas ke sini (kantor dewan, red). Setelah melihat kondisi di dalam, kemungkinan yang menjadi pemicu kebakaran ada dua hal, terlalu banyaknya kabal-kabel sambungan di atas palpon yang dapat memicu konsletin listrik, dan yang kedua kemungkinan terjadi konsletin di bagian kulkas. Kalau dilihat dari kondisi kulkas yang ada di dalam, kulkasnya habis meledak sampai hancur begitu,” jelas Accu’.

Sejumlah warga di Topoyo, Mateng, berdatang di Kantor DPRD Mateng pada Minggu sore, 4 November 2018. (Foto: Ruli)

Selain kulkas yang terbakar hangus, cerita Accu’, ada 3 buah AC yang ada di ruangan Komisi I juga ikut terbakar, termasuk langit-langit (palpon) juga terbakar.

Ketua Komisi I DPRD Mateng Fatahuddin Alqafiki ketika ditemui di tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan bahwa sekitar pukul 18.29 WITA sore tadi, terjadi kebakaran di ruang kerja Komisi I DPRD Mateng. Itu bekas ruangan kerja sekwan.

“Alhamdulillah, pemadam kebakaran sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik, dan kami juga sudah menghubungi kepolisian untuk ke TKP melakukan pemeriksaan atau deteksi, apakah masih ada titik-titik api yang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran atau tidak,” ujar Fatahuddin.

Ketua Komisi I DPRD Mateng Fatahuddin Alqafiki. (Foto: Ruli)

Menurutnya, kalau dilihat dari sumber api, yang paling parah itu dari kulkas, sampai hancur begitu. Mungkin barangkali dari celokannya yang kurang bagus atau memang kulkasnya yang rusak, sehingga bisa terjadi percikan api yang menyebabkan ruangan kami terbakar.

Belum bisa diprediksi berapa kerugian atas musibah kebakaran kantor dewan Mateng ini. “Kami tidak dapat mengira-ngira, ada pihak terkait yang bisa menilai berapa kerugian yang dialami,” sebut Fatahuddin.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR