SDN Kambunong di Desa Pulau Kambunong, Mateng. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Telah diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Kambunong Abdul Salam berharap sekolah dasar yang ada di desanya yakni SDN Kambunong diperhatikan oleh pemerintah.

“Sejak berdiri pada 2005, hingga 2018 belum tersentuh bantuan perbaikan dari pemerintah daerah,” kata Abdul Salam.

Dikonfirmasi pada Kamis, 10 Januari 2019, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Marhuding mengatakan, untuk sarana dan prasarana SDN ini kita coba rancang kebutuhannya berdasarkan usulan ke Kementerian Pendidikan di pusat melalui aplikasi Krisna.

Katanya, kemarin kita sudah usulkan tentang kebutuhan-kebutuhan sarana dan prasarana SDN. Memang mulai dari tahun 2016 ini kita buatkan data base analisis kebutuhan sarana dan prasarana dari 116 sekolah SDN yang ada di Mateng. Jadi dengan begitu kita bisa tahu bahwa sekolah ini butuh RKB (ruang kelas baru), ada namanya rehap ringan, atau rehab berat.

“Setelah kami cek kondisi bangunan SDN Kambunong yang ada di pulau Desa Kambunong, memang di sana kategori rusak sedang, kondisi bangunannya tersebut masih kokoh. Memang ada beberapa bagian yang perlu untuk perbaikan tapi tidak seberapa,” ujar Marhuding.

Untuk alokasi dana perbaikan sekolah SDN Kambunong dari Kementerian Pendidikan, sebut Marhuding, untuk tahun ini belum ada.

Marhuding, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Mateng. (Foto: Ruli)

Ia tambahkan, sebagian kepala sekolah dan operatornya tiap kali kami beri pemahaman Dapodik (data pokok pendidikan), biasanya tidak nyambung. Operator yang ada di tiap sekolah tidak memahami cara mengisi atau pengimputan data sekolah mereka.

Menurutnya, aplikasi Dapodik ini mengimput data sekolah oleh operator, seperti sarana dan prasarananya, siswanya, dan tenaga pendidiknya. Data di Dapodik inilah yang dikirim ke server pusat. Nah, disini letak salah pengisian operator.

“Ternyata pada saat melakukan pengimputan data sekolah ke aplikasi Dapodik, mengenai kondisi sekolah mereka, kurang paham dalam menggunakan aplikasi ini. Di sini letak kesalahan operator sekolah mereka yang tidak benar dalam mengisi Dapodik tersebut. Padahal kami sering melakukan sosialisasi atau workshop ke setiap kepala sekolah dan operator tentang Dapodik ini,” terangnya.

Ia tambahkan, pusat membaca data sekolah SDN Kambunong dinilai masih dalam kondisi bagus. Sehingga untuk perbaikan sekolah tersebut untuk tahun 2019 ini belum ada. Yang bisa dibantukan dari kementerian pendidikan untuk tahun ini hanya perumahan dinas guru.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR