Kepala Bappeda Mateng Ishaq Yunus hadir membuka rapat sosialisasi Kebijakan DAK tahun 2020 dan Pelatihan Aplikasi Krisna dalam Rancangan Penggunaan DAK Fisik tahun 2020 di Sapo Kopi, Mateng pada Selasa, 7 Mei 2019. (Foto: Ruli)
Kepala Bappeda Mateng Ishaq Yunus hadir membuka rapat sosialisasi Kebijakan DAK tahun 2020 dan Pelatihan Aplikasi Krisna dalam Rancangan Penggunaan DAK Fisik tahun 2020 di Sapo Kopi, Mateng pada Selasa, 7 Mei 2019. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Semua sumber pembiayaan yang masuk ke APBD harus betul-betul program sesuai dengan penjabaran visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Olehnya itu penyusunan program harus berdasarkan skala prioritas.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Bappeda Mateng Ishaq Yunus saat hadir membuka rapat sosialisasi Kebijakan DAK tahun 2020 dan Pelatihan Aplikasi Krisna dalam Rancangan Penggunaan DAK Fisik tahun 2020 di Sapo Kopi, Mateng pada Selasa, 7 Mei 2019.

Ishaq Yunus juga mengatakan, SKPD tidak berdiri sendiri, harus sinkron dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Mateng, tidak boleh melenceng dari itu.

“Dalam waktu dekat kita akan mencoba mengasistensi apa program-program SKPD yang akan diusulkan dalam dana DAK tahun 2020. Apa yang menjadi instrumen dalam penyusunan dana DAK tahun 2020 agar betul-betul diperhatikan,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Mateng Ishaq Yunus.

Lanjutnya, ini perlu diperhatikan penyusunan pengusulan DAK, ketika menyebutkan tertinggal, jangan pernah mengusulkan desa yang sudah maju. Nah, untuk mendapatkan itu diperlukan data dari Dinas PMD mana desa yang tertinggal misalnya.

Ia juga mengatakan, DAK fisik 2020 itu ada 3 jenis yaitu, DAK Fisik Reguler mendukung pemenuhan sarana dan prasarana dasar yang mendukung pelayanan publik, DAK Fisik Afirmasi mendukung pemerataan pelayanan dan mendorong percepatan pembangunan di daerah yang memiliki karakteristik tertentu seperti daerah tertinggal, terluar, perbatasan dan transmigrasi, DAK Fisik Penugasan mendukung prioritas nasional, pembangunan daerah berciri kepulauan serta arahan Bapak Presiden lainnya.

“Keberhasilan pelaksanaan pembangunan sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh kualitas perencanaan, apabila perencanaan dimulai dengan baik, maka tentu berdampak pada kualitas pelaksanaan pembangunan itu sendiri, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di Kabupaten Mamuju Tengah,” ungkapnya.

Saat ini, kata Ishaq Yunus, pihaknya telah menggagas “Sitem Informasi Perencanaan Pembangunan Infrastruktur berbasis Web Gis”. Dengan sistem ini semua usulan perencanaan pembangunan yang di usulkan oleh OPD maka harus sudah mencamtumkan titik Koordinat, Kondisi Eksisting dari program kegiatan yang diusulkan dengan melampirkan Foto guna untuk mengetahui apakah Rusak Ringan, Rusak Sedang dan Rusaj Berat. Dengan sistem ini juga maka tim anggaran pemerintah daerah akan memudahkan dalam penetapan program prioritas pembangunan daerah.

“Manfaatnya adalah untuk mencegah adanya usulan yang tidak prioritas, untuk menghindari adanya usulan program kegiatan yang tidak sesuai dengan kewenangan, untuk menghindari adanya pemindahan lokasi kegiatan pada saat pelaksanaan kegiatan, disamping juga mengawal pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Mateng terkait daya dukung dan dan daya tampung pelaksanaan pembangunan,” urainya.

“Hal ini dilakukan mengingat anggaran APBD Kabupaten Mateng masih sangat terbatas sehingga program pembangunan yang dilaksanakan harus betul-betul yang sifatnya prioritas, tepat sasaran, efektif dan efesien dan dibutuhkan oleh masyarakat terhusus pada pada pemenuhan layanan dasar,” tutupnya. Advertorial

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR