Sambutan Sekretaris Kabupaten Mateng Askary (kiri) pada pembukaan peresmian kegiataan pelatihan SLRT dan tampak pula Kepala Dinas (Kadis) Sosial Mateng Hj. Asmira Djamal, Topoyo, Senin, 15 Oktober 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Provinsi Sulawesi Barat menyelenggaraka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaksana Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) kerjasama dengan Direktoral Jenderal Kementerian Dinas Sosial RI yang berlangsung Wisma Widya Buah, Topoyo, Mateng, pada 15 Oktober 2018.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 15–16 Oktober 2018. Hadir dalam pembukaan kegiatan ini adalah Sekretaris Kabupaten Mateng H. Askary sekaligus membuka kegiatan ini, Kadis Sosial Mateng Hj. Asmira Djamal, SE, M.Si, Sekretaris Dinas Sosial Mateng Awaluddin A, Kadis Pendidikan Mateng Busdir, S.pd, MM, Kadis Kesehatan Mateng Setya Bero, dan Kadis Dukcapil Mateng H. Hasanuddin HW.

Dari Kementerian Sosial RI hadir Inda Huruswati dan Joko Irianto yang bertindak selaku pemateri selama pelatihan ini.

Dalam sambutannya, H. Askary menyampaikan bahwa sistem layanan dan rujukan terpadu merupakan program yang wajib dan harus disinergikan, ini terkait dengan bagaimana meningkatkan serta mengurangi angka kemiskinan.

Penyematan pin kepada empat peserta SLRT sebagai perwakilan dari 54 desa di Mateng dalam kegiataan pelatihan SLRT dan tampak pula Kepala Dinas (Kadis) Sosial Mateng Hj. Asmira Djamal, Topoyo, Senin, 15 Oktober 2018. (Foto: Ruli)

“Permasalahan sosial yakni kemiskinan ini adalah permasalahan yang sangat kompleks di seluruh daerah bukan hanya di Mateng saja. Hal ini memerlukan penanganan terintegrasi dan serius,” ujar Askary.

Lanjutnya, tidak ada gunanya jika program yang kita buat dan dilaksanakan jika tidak bersinggungan langsung dengan pengurangan indikator makro sebuah daerah. Contohnya, sebut Askary, angka kemiskinan meskipun pelaksanaan inovasi layanan kita banyak, tapi angka kemiskinan kita semakin hari semakin meningkat. Ini tidak akan memberikan dampak penilaiyan yang baik terhadap penyelenggara yaitu pemerintah.

“Berarti ini tidak ada koneksitas antara program dengan angka kemiskinan dan permasalahan yang kita hadapi,” terang Askary.

Askari berharap dengan adanya kegiatan pelatihan (Bimtek) SLRT ini, dapat menjadi sebuah wadah untuk ke depannya dapat memperbaiki sistem komunikasi, memahami aplikasi, serta dapat menyusun rencana aksi pelaksanaan SLRT dan kapasitas sumber daya manusia.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR