Sebuah rumah milik masyarakat dibongkar untuk keperluan pelebara jalan di Topoyo, Mamuju Tengah, 25 Agustus 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Pelebaran Jalan Trans Mamuju Tengah (Mateng) di Topoyo yang dilakukan Pemkab Mamuju Tengah (Mateng) dikeluhkan warga, 25 Agustus 2018.

Dari reportase laman ini, untuk penggalian parit dari titik awal penggalian sekitar150 meter dan untuk pelebaran sendiri luasnya sekitar 22 meter.

Rudianto, salah seorang warga di Topoyo kepala laman ini mengatakan, penggalian parit untuk pelebaran jalanan tidak sedikit masyarakat yang mengeluh atas apa yang dilakukan Pemkab Mateng dikarenakan bagunanan mereka terkena bongkaran.

“Sebenarnya bukan cuma saya aja yang merasa keberatan dengan kerugian yang saya alami, banyak juga teman-teman yang keberatan atas tindakan yang dilakukan Pemkab Mateng,” aku Rudianto.

Rudianto menambahkan setidaknya Pemkab Mateng memberikan sedikit ganti rugi kepada kita, agar beban yang kami alami atas pembongkaran bangunan kami itu berkurang walaupun tidak secara keseluruhan.

“Teman-teman juga takut protes ke pemerintah, ya, kami sebagai manusia biasa hanya bisa mengeluh di tempat saja,” kata Rudianto yang rumahnya kena bongkaran.

Lanjut Rudianto, saya berharap pemerintah dapat memberikan ganti rugi atas apa yang kami alami.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR