Foto: Ruli

TRANSTIPO.com, Topoyo – Anggota DPR RI Muhammad Afzal Mahfud bertemu dengan masyarakat dan wartawan di Rumah Makan (RM) Benteng Seafood di Topoyo, Mamuju Tengah (Mateng) pada Kamis, 11 April 2019.

“Sejak menjadi anggota DPR RI, saya sudah mengunjungi lebih dari 150 desa di Provinsi Sulbar. Saya manfaatkan waktu reses yang diberikan sekali dalam dua bulan. Waktu reses maksimal dua minggu,” ungkap Afzal.

Ia tambahkan, fokus dan perhatian saya di periode kedua ini, apabila masyarakat masih memberikan amanah dan kepercayaan pada saya atau terpilih jadi Anggota DPR RI, maka perjuangkan kepentingan Sulbar.

Dia mengaku sejak berada di Senayan hingga saat ini tetap memperjuangkan kepentingan masyarakat Sulbar dari sisi anggaran.

Afzal menambahkan, tanggung jawab sebagai salah satu anggota Badan Anggaran  DPR RI, ia tetap mengawal dan memperjuangkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Hanya saja, tambah Afzal, keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah pusat sehingga prosesnya tetap berjalan. Akan tetapi, menurutnya, apabila masih mendapat amanah masyarakat Sulbar untuk tetap kembali terpilih, maka perjuangan untuk kepentingan Sulbar tetap akan dilanjutkan.

“Apabila pemerintah daerah mengajukan anggaran pembangunan ke pemerintah pusat, ini adalah tugas dan tanggung jawab kita sebagai wakil rakyat di DPR RI,” ungkap Afzal.

Katanya, peningkatan SDM juga menjadi perhatian kader Partai Demokrat ini. Kualitas pendidikan masyarakat Sulbar, menurut dia, harus maksimal karena kemampuan masyarakat kita dari sisi edukasi, teknologi perlu terus didorong untuk mendapatkan perhatian pemerintah pusat.

Melalui prinsip “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. Jika SDM ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi niscaya kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat. Sehingga ke depan tidaklah sulit untuk bersama-sama membangun daerah karena pendidikan masyarakat bermutu dan memahami teknologi. Program yang sudah digulirkannya seperti memberikan beasiswa kepada lebih dari 1000 siswa SMP/ SMA juga kepada 50 mahasiswa serta bantuan bagi masyarakat yang mengalami gizi buruk.

Di sela wawancara, Afsal yang saat itu berpakaian sederhana kaos oblong hitam sesekali bercanda. Ia pun singkat menceritakan asal-usul nenek moyangnya, sambil memperlihatkan foto kakek buyutnya yang keturunan Bugis dan Mandar Mamuju yang masih tersimpan di hp-nya.

“Almarhum nenek saya H. Sujud Khan dan nenek Rasyid serta nenek Andik Maryono dari keluar Bugis Mandar Mamuju, beliau juga salah satu pendiri Masjid Raya Babana, beliau pun dikebumikan di Babana, karena memang kakek buyut saya orang Babana, keluarga pun banyak di Babana, jadi saya ini orang Mateng juga (Budong-Budong),” cerita Afzal.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR