Saat panen jagung di Kabupaten Mamuju Tengah yang dihadiri oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, beberapa waktu lalu. (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Musim penghujan sudah mulai turun, petani sudah mempersiapkan lahan untuk ditanami, seperti jagung. Karena itu pemerintah desa memberikan bantuan pengadaan bibit atau benih jagung secara gratis kepada petani. Seperti halnya petani yang ada di Desa Kambunong yang menerima benih jagung baru-baru ini.

Benih jagung yang disalurkan melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk diteruskan ke kelompok tani (Poktan). Penyerahan bantuan benih jenis komoditi yang bernilai ekonomis ini diserahkan oleh Kepala Desa Kambunong Abdul Salam kepada Usman, Ketua Poktan Rea Mangrouve, Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) baru-baru ini.

Usman mewakili anggota kelompoknya menerima benih jagung yang diserahkan oleh Kepala Desa Kambunong Abdul Salam.

“Atas nama anggota kelompok yang berjumlah 20 orang, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Sulbar dan Pemkab Mamuju Tengah. Sebelum daerah ini menjadi kabupaten, kami kesulitan mengurus atau memohon bantuan. Sekarang pelayanan Pemerintah Mateng sangat memperhatikan kebutuhan petani yang kesulitan mendapatkan benih jagung,” ungkap Usman yang didampingi Harsan, anggota Poktan Rea Mangrove kepada laman ini.

Kepala Desa Kambunong Abdul Salam menyebutkan, selain berkebun kelapa sawit, petani di wilayahnya juga bercocok tanam dengan tanaman jagung. Terdapat luasan areal pengembangan komoditi ini kurang lebih 200 hektare.

“Ada 4 kelompok tani yang yang bermohon mendapatkan benih jagung. Kami seleksi betul setiap anggota kelompok tani yang memang memiliki lahan diberikan bantuan. Ini supaya bantuan pemerintah tepat sasaran agar bermanfaat bagi kebutuhan petani sendiri. Ada berita acara penerimaan yang harus ditandatangani,” kata Abdul Salam.

Abdul Salam meminta petani agar nanti pada musim panen jagung, petani tidak perlu buru-buru menjual hasil panennya, apalagi menjual ke pihak lain. Sebab, Gapoktan akan membeli sesuai harga pasaran.

“Kami membuat perjanjian dengan kelompok tani agar tidak menjual hasil panennya kecuali kepada Gapoktan. Harga pembelian oleh Gapoktan sesuai harga yang berlaku di pasaran,” ujar Abdul salam yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Mateng.

ISHAKA/RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR