Bimo Budi Hartono (kiri), Ketua Tim TP4D Kejaksaan Tinggi Sulselbar bersama Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Kabupaten Mamuju Tengah Faisal Anwar saat menghadiri sosialisasi bagi calon penerima BSPS, Topoyo, Senin, 14 Mei 2018. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR mengalokasikan dalam APBN 2018 untuk membantu pembangunan perumahan bagi 950 warga di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat.

Pemkab Mamuju Tengah pun melakukan sosialisasi dengan stakeholder terkait kepada calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tersebut.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Kabupaten Mamuju Tengah Faisal Anwar ketika dimui di kantornya, Senin, 14 Mei 2018, menjelaskan, sosialisasi kepada calon penerima BSPS dihadiri Ketua Tim Pengawal  Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Sulselbar Bimo Budi Hartono, Bupati Mamuju Tengah HM Aras Tammauni, Sekkab Mamuju Tengah Askari Anwar, Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Sulawesi Barat Yasrib Tasim, para camat dan kepala desa.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Kabupaten Mamuju Tengah Faisal Anwar (kanan) bersama Koordinator Fasilitator Ir. Ahmad Sukri. (Foto: Ishaka)

“Program BSPS ini sejalan dengan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Ini juga merupakan program padat karya, salah satu program prioritas pemerintah pusat. Tujuannya adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR yaitu menyediakan rumah yang layak huni,” jelas Faisal.

Yang lebih penting lagi, katanya, melalui program yang digulirkan ini adalah menggali kembali nilai-nilai kearifan lokal terutama rasa kebersamaan.

“Kita harapkan tumbuh dari program ini adalah sifat gotong royong,” tambahnya.

Sosialisasi tersebut diharapkan kepada calon penerima bantuan dapat memahami tata cara atau tata kelola bantuan yang diterima nantinya melalui rekening masing-masing penerima.

Mereka akan didamping fasilitator yang ditunjuk oleh Dinas Perumahan Rakyyat dan Permukiman.

Masyarakat calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya saat menghadiri sosialisasi di Aula Rumah Jabatan Bupati Mamuju Tengah. (Foto: Ruli)

Untuk menentukan kelompok penerima bantuan yang maksimal setiap kelompok beranggotakan sebanyak 20 orang ditentukan melalui rembuk warga. Tujuannya adalah untuk menetapkan calon penerima bantuan menjadi penerima bantuan. Juga menentukan kelompok peenerima bantuan atau KPB.

Faisal Anwar menjelaskan, ada dua jenis sumber anggaran dari APBN yang membiayai BSPS, yaitu sebanyak 500 unit rumah melalui bantuan Kementerian PUPR dan program SNVT Penyediaan Perumahan Sulawesi Barat sebanyak 450 unit rumah.

RULI SYAMSIL/ISHAKA MUH. TOIB

TINGGALKAN KOMENTAR