Bupati Mateng H. Aras Tammauni (kanan) menyerahkan penghargaan pengabdian Satya Lencana Karya Satya kepada salah seorang pegawai Kemenag Kabupaten Mateng pada peringatan Hari Amal Bhakti ke-73 Kemenag tahun 2019 di halaman Masjid Ar Rahman Yanurkin, Topoyo, Mateng, Kamis, 3 Januari 2019. (Foto: Humas Pemkab Mateng)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) gelar peringatan Hari Amal Bakti ke-73 tahun 2019. Acara peringatan ini sekaligus dirangkaikan dengan pemberian penghargaan Satya Lencana Karya Satya yang dipusatkan di halaman Masjid Ar Rahman Yanurkin, Topoyo, Mateng, Kamis, 3 Januari 2019.

Sebanyak 17 pegawai jajaran Kemenag Mateng mendapat penyematan tanda kehormatan Karya Satya Lencana Pengabdian 10, 20, dan 30 tahun oleh Bupati Mateng H. Aras Tammauni.

Sambutan seragam Menteri Agama RI dibacakan oleh Sekkab Mateng H. Askary Anwar.

“Kita memperingati hari bersejarah ini dalam kesederhanaan, keprihatinan, dan kepedulian untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak dari peristiwa alam di beberapa wilayah, seperti di Lombok, Palu, Banten dan Lampung. Seluruh bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan dalam derita dan bahagia, dalam suka cita maupun duka lara,” sebut Askary.

Melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, urai Askary, kita diingatkan kembali arti pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Negara kita berdasar Pancasila dengan jaminan mengamalkan ajaran agama yang dilindungi oleh Negara. Bahkan kebijakan pemerintah tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan kaidah agama.

Peringatan Hari Amal Bhakti ke-73 Kemenag tahun 2019 di halaman Masjid Ar Rahman Yanurkin, Topoyo, Mateng, Kamis, 3 Januari 2019. (Foto: Humas Pemkab Mateng)

Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, yaitu “Jaga Kebersamaan Umat”, “Saya mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama, apalagi di tahun politik sekarang ini, mari senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan kepentingan Nasional di atas kepentingan  kelompok dan golongan. Kepada semua elemen bangsa, mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa. Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, mari kita hindari. Mari jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antar-sesama anak Negeri,” urai Sekkab Mateng.

Dalam sambutan itu, ia tambahkan, seluruh ASN dan jajaran Kementerian Agama haruslah menjadi perangkai, penjalin, dan perajut tenun kebangsaan kita yang bhinneka. Setiap kita haruslah menjadi teladan dalam kesederhanaan, kejujuran, dan keikhlasan memberikan amal bakti bagi segenap warga Negara tercinta.

“Dalam tugas sehari-hari, setiap aparatur Kementerian Agama harus mampu menunjukkan nilai kinerja yang baik, kepemimpinan yang amanah, dan memberi kemudahan kepada masyarakat luas untuk memperoleh akses pelayanan keagamaan secara akuntabel dan berkualitas,” demikian sambutan Menteri Agama.

Sementara itu, Kepala Kemenag Mateng H. Mahmuddin mengatakan pemberian Satya Lencana Karya Satya tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada seluruh ASN, khususnya di lingkup Kemenag Mateng.

“Penghargaan ini ditujukan bagi ASN yang punya dedikasi kerja, prestasi kerja, kedisiplinan, dan punya tanggung jawab pelaksanaan tugas dan fungsinya. Yang menerima ini adalah ASN layak dan patut menerima,” tutur Mahmuddin.

YASIN/RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR