Salah seorang pejuang pembentukan Sulbar Syahril Hamdani tampil berorasi saat kampanye terbatas pasangan ABM-Enny di Lapangan Ahuni, Kalukku, Mamuju, Sulbar, sore tadi, Selasa, 31 Januari 2017. (Foto: Zulkifli)

Kampanye tadi bukan hanya perih di tengah terik mentari, tapi pernyataan Syahril Hamdani sungguh ‘pedas menyambar telinga’.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Salah seorang tokoh pejuang pembentukan Syahril Hamdani berorasi di panggung kampanye ABM-Enny di Lapangan Ahuni, Kalukku, Mamuju, Sulbar, sore tadi, Selasa, 31 Januari 2017.

“Ada beberapa alasan mendasar mengapa pendiri pembentukan Sulbar ini bersama dengan pasangan ABM-Enny,” aku Syahril, membuka orasinya.

Syahril Hamdani bilang, “Hanya Paslon Nomor 3 yang terlibat dalam perjuangan pembentukan Sulbar. Semua keluarga di sini perlu tahu itu.”

“Dari tiga pasangan calon gubernur, hanya pasangan calon ini yang terlibat dalam sejarah pembentukan Sulbar. Yang lain tidak pernah terlibat. Oleh karena itu, dukungan yang diberikan oleh pendiri Sulbar itu artinya kami ingin melanjutkan tanggung jawab, bukan yang baru mau belajar bertanggungjawab. Hanya pasangan ini yang didukung oleh mayoritas partai yang berkuasa sekarang di negeri ini. Itu artinya, bahwa kalau pasangan berhasil memimpin Sulbar berarti segala visi misinya akan dengan mudah dilaksanakan,” urai tokoh yang dikenal ‘singa podium’ ini sejak di kampus dulu saat berbicara di tengah massa ABM-Enny.

Ia juga bilang, tujuan Sulbar dibentuk ialah untuk membetuk kawasan ekonomi yang menyejahterakan masyarakat Sulbar.

“Sebaik-baik masyarakat Sulbar adalah yang mau terlibat bersama-sama para pendiri Sulbar ketika Sulbar ini kesulitan berjuang. Bukan orang baru muncul mau memimpin Sulbar. Kalau mau cinta Sulbar bukan baru sekarang. Kalau mau memimpin Sulbar, seharusnya muncul pada saat Sulbar ini diperjuangkan. Para pendiri Sulbar ini akan melanjutkan perjuangan ini. Karena kami sadar, membentuk Sulbar itu bukan sekadar berjuang sesaat. Tujuan kita membentuk Sulbar adalah membentuk suatu kawasan ekonomi yang menyejahterakan rakyat Sulbar. Itu tujuan kita,” jelas pejuang Sulbar yang bekas dedengkot Partai Golongan Karya di Sulsel ini.

Menurut Syahril, untuk kesinambungan pembangunan yang telah dirintis oleh Anwar Adnan Saleh, ia meminta agar masyarakat Sulbar memberikan tanggungjawab kepada ABM-ENNY dalam melanjutkan pembangunan di Sulbar.

“Pak Anwar ini adalah Gubernur yang luar biasa. Memimpin Sulbar ini baru 10 tahun tapi hasil-hasil yang dicapai pak Anwar sudah melampaui dari apa yang diperkirakan dan di buktikan oleh para pendiri Sulbar. Oleh karena itu, karena sebuah ketulusan dan sebuah kehormatan serta kebanggaan kalau kita memenangkan pasangan ini untuk melanjutkan kehebatan pak Anwar. Kehebatan pemimpin bukan diukur dari cara berpidato, tapi diukur dari relasi untuk mendatangkan uang di Sulbar ini untuk membangun Sulbar. Berikan kesempatan kepada pasangan ini untuk melanjutkan keberhasilan pak Anwar yang luar biasa. Berikan kesempatan itu untuk melanjutkan tanggung jawab karena hanya pasangan ini yang tahu ke titik mana ia melangkah,” urai Syahril lagi.

“Sulbar adalah milik masyarakat Sulbar, dan juga kebanggaan serta kehormatan masyarakat Sulbar,” katanya.

Menurut Syahril, Sulbar ini bukan milik para pejuang tapi adalah untuk masyarakat dan anak cucu kita.

Oleh karena itu, katanya, agar kesinambungan itu berjalan dengan baik maka pilihan yang tepat adalah berikan kesempatan kepada ABM-Enny untuk melanjutkan tanggung jawab pejuang Sulbar.

Di akhir orasinya, Syahril juga menyinggung pembangunan jalan arteri yang hingga saat ini belum sampai ke Kecamatan Kalukku.

Anda harus tahu. Andaikata jalan Arteri itu tak pernah terhalangi dan dihalangi oleh seseorang yang berkuasa, maka mungkin arteri itu sudah sampai ke Kalukku. Tapi jangan khawatir, kalau kesempatan ini kita berikan kepada ABM-Enny maka jalan Arteri itu segera akan sampai ke Kalukku,” harap Syahril menutup orasinya.

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR